Opsi Tempat-Tempat Merayakan Libur Paskah 2025 di Bali
Saatnya merayakan libur Paskah bersama keluarga.
Foto utama: Minhwa Maeng/Louis Vuitton
Membentang sepanjang sekitar 1,6 kilometer, Apgujeong Rodeo Street di Seoul telah lama menjadi panggung bagi sejumlah nama terbesar dalam dunia mode. Deretan butik adibusana, galeri, dan ruang gaya hidup berjejer di kedua sisinya, menjadikan kawasan ini salah satu simbol kemewahan kontemporer di ibu kota Korea Selatan. Di antara nama-nama tersebut, Louis Vuitton meninggalkan jejak yang sulit diabaikan melalui Maison Louis Vuitton Seoul, sebuah mahakarya arsitektur karya Frank Gehry yang dikenal lewat fasad avant-garde berwarna putih yang menyerupai layar kapal tertiup angin.
Namun sejak pertengahan 2025, ada alasan baru untuk menyambangi bangunan ikonik ini. Berlokasi di lantai empat, Le Café Louis Vuitton menghadirkan pengalaman yang memadukan dunia kuliner, desain, dan gaya hidup dalam satu destinasi yang elegan. Lebih dari sekadar kafe mewah, ruang ini dirancang sebagai sebuah oase urban. Area utamanya dikemas menyerupai kubah raksasa dengan bukaan cahaya alami di bagian tengah, sementara rak-rak tinggi berisi ratusan buku pilihan mengelilingi ruang makan, menciptakan atmosfer yang mengundang pengunjung—terutama para biofilia—untuk berlama-lama.
Di bawah arahan Anthony Yoon sebagai komandan dapur, Le Café Louis Vuitton membangun dialog menarik antara tradisi kuliner Korea dan Prancis. Yoon sendiri merupakan bagian dari Louis Vuitton Culinary Community dan sempat mengasah kemampuannya bersama koki ternama Arnaud Donckele serta Pastry Chef Maxime Frédéric. Pengaruh tersebut terasa jelas dalam setiap hidangan, yang tak hanya menonjolkan teknik, tetapi juga mengintegrasikan kode visual khas rumah mode asal Prancis tersebut.


Baca juga: The Hall by Louis Vuitton, Perpaduan Seni, Warisan, dan Gastronomi
Yuzu Caesar Salad Eclipse menjadi salah satu kreasi unggulan, memadukan karakter klasik sayuran segar dengan kesegaran sitrus yuzu. Sentuhan khas Louis Vuitton juga hadir pada mandu isi daging sapi yang dihiasi motif monogram pada kulitnya. Sementara itu, Korean Peach Charlotte menawarkan interpretasi manis yang ringan dan elegan, cocok dinikmati bersama secangkir kopi atau teh di sore hari.
Bagi yang ingin menikmati pengalaman yang lebih lengkap, Le Café Louis Vuitton turut menghadirkan set menu tiga babak serta pilihan koktail yang terkurasi. Salah satu yang layak dicoba adalah Imagination, racikan sitrus aromatik yang terinspirasi dari parfum Louis Vuitton dengan nama yang sama.


Kehadiran Le Café Louis Vuitton memperlihatkan bagaimana rumah-rumah mode mewah kini semakin aktif mengeksplorasi ranah jasa layanan dan gastronomi. Di tengah ritme Seoul yang terasa seperti berlari dan kompetitif, ruang ini menawarkan sesuatu yang semakin langka yakni kesempatan untuk melambat. Baik sebagai tempat menikmati teh sore, makan siang santai, atau sekadar beristirahat setelah menjelajahi Apgujeong, Le Café Louis Vuitton menghadirkan pengalaman yang terasa sama eloknya dengan koleksi yang dipajang beberapa lantai di bawahnya.
454 Apgujeong-ro, Gangnam-gu, Seoul; Buka setiap hari dari 11.00 hingga 21.00.—Rachman Karim
Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026
Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026