ARTOTEL Sanur Bali Gelar Aksi Peduli Lingkungan
Perayaan satu dekade dengan kegiatan bersih-bersih pantai.
Foto utama: © Eka Jaya
Dalam dunia pariwisata modern, infrastruktur sering kali menjadi faktor yang menentukan apakah sebuah destinasi dapat berkembang atau justru tertinggal. Seindah apa pun lanskap dan sekuat apa pun daya tarik sebuah wilayah, aksesibilitas tetap menjadi kunci utama. Di Indonesia, tantangan pemerataan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang panjang, terutama untuk menghubungkan destinasi-destinasi unggulan di luar koridor wisata utama.
Kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah mematangkan rencana pembukaan rute kapal cepat pergi-pulang antara Mandalika dan Sanur, Bali. Jika terealisasi, jalur baru ini berpotensi menjadi penghubung strategis antara dua kawasan pariwisata prioritas yang sama-sama tengah berkembang sebagai magnet wisata kelas dunia. Bagi para pelancong, konektivitas yang lebih baik berarti lebih banyak pilihan untuk mengeksplorasi dua destinasi dalam satu perjalanan tanpa harus bergantung pada rute udara.
Baca juga: Lombok Dinobatkan Sebagai Destinasi Tujuan Turis Dunia di 2025
Saat ini, proses pengembangan rute tersebut telah memasuki tahap pemenuhan perizinan operasional Pelabuhan Mandalika. Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menyelesaikan berbagai persyaratan administratif dan regulasi yang diperlukan agar dermaga tersebut dapat beroperasi secara penuh.
Rencananya, dermaga Mandalika yang berada di kawasan KEK Mandalika akan terhubung langsung dengan dermaga di KEK Sanur, membuka koridor laut baru yang berpotensi memperkuat arus wisatawan antara Lombok dan Bali. Kehadiran jalur ini juga dapat memperkaya pilihan transportasi bagi wisatawan yang ingin menikmati kombinasi gaya hidup pesisir Sanur dengan lanskap pantai dan resor-resor modern Mandalika dalam satu agenda perjalanan.
Saat ini, layanan kapal cepat yang menghubungkan NTB dan Bali masih didominasi oleh rute-rute populer seperti Padang Bai–Gili Trawangan, Padang Bai–Senggigi, Padang Bai–Bangsal, serta Sanur–Gili Trawangan dan Sanur–Senggigi. Jika rute Mandalika–Sanur resmi beroperasi, ia berpotensi menjadi babak baru dalam konektivitas pariwisata Indonesia.—Ben Dharma
Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026
Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026