Kebijakan baru memangkas masa bebas visa WNI dari 30 hari menjadi hanya dua pekan.

Foto: Ryan Le/Unsplash

Ada masanya ketika paspor Indonesia menjadi salah satu “tiket masuk” paling praktis untuk liburan ke Vietnam. Cukup membawa paspor, wisatawan bisa menikmati perjalanan hingga 30 hari tanpa perlu mengurus visa. Bagi banyak pelancong, kemudahan ini membuat Vietnam menjadi destinasi favorit untuk liburan pendek maupun perjalanan lintas kota yang lebih panjang. Namun, kenyamanan itu kini berubah.

Seperti dikutip dari Instagram resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, mulai 15 Juli 2026, durasi bebas visa Vietnam bagi Warga Negara Indonesia dipangkas menjadi 14 hari. Artinya, siapa pun yang ingin tinggal lebih lama—entah untuk mengejar musim gugur di Hanoi, bekerja jarak jauh dari Da Nang, atau menjelajahi Vietnam dari utara ke selatan dengan kereta api—harus mengajukan e-Visa Vietnam terlebih dahulu.

Perubahan ini cukup signifikan mengingat Indonesia selama lebih dari dua dekade menikmati fasilitas bebas visa 30 hari melalui perjanjian bilateral dengan Vietnam. Di sisi lain, beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, dan Kamboja masih memperoleh jatah bebas visa hingga 30 hari, sementara Filipina mendapat 21 hari. Kebijakan terbaru ini menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan durasi bebas visa paling singkat.

Menariknya, Vietnam bukan satu-satunya yang menetapkan durasi dua minggu bagi WNI. Myanmar sejak lama juga hanya memberikan fasilitas bebas visa selama 14 hari bagi wisatawan Indonesia. Perbedaan durasi ini menunjukkan bahwa kebijakan visa setiap negara tetap dipengaruhi oleh hubungan bilateral dan kebijakan imigrasi masing-masing.

Bagi sebagian besar wisatawan, perubahan ini mungkin tidak terlalu berdampak. Rata-rata liburan ke Vietnam berlangsung lima hingga tujuh hari. Namun, bagi digital nomad, long-stay traveler, hingga mereka yang menikmati slow travel dengan menjelajahi satu negara menggunakan kereta atau bus antarkota, tambahan 16 hari yang dulu tersedia kini menjadi keleluasaan yang harus ditebus melalui proses administrasi dan biaya pengajuan e-Visa.Ben Dharma

Calendar of Events

Gastronomy Artistry Masahiko Kawano

Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul

Tuscan Dinner by Chef Luca Masini

Byrd House Bali mengajak para tamu menuju pesisir Tuscany. 26 Jun

Hamabe x Tsune

Kolaborasi dua koki kuliner Jepang berbakat di Bali. 26-27 Jun & 10-11 Jul

See More