Grand Egyptian Museum Akhirnya Dibuka untuk Publik
Museum terbaru di Kairo ini menampilkan lebih dari 100.000 artefak Mesir Kuno.
Juni 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi Los Angeles. Kota para pemimpi ini merayakan 100 tahun kelahiran Marilyn Monroe, ikon Hollywood yang hingga kini masih menjadi simbol glamor, ambisi, dan daya tarik sinema Amerika. Lahir dan dibesarkan di Los Angeles, kisah Marilyn adalah kisah klasik tentang seorang gadis yang menaklukkan kerasnya kota hiburan dunia sebelum menjelma menjadi salah satu bintang paling ikonik sepanjang masa.
Untuk memperingati warisannya, Los Angeles Tourism mengajak para pelancong menjelajahi kota dari sudut pandang Marilyn. Mulai dari museum, hotel bersejarah, restoran legendaris, hingga lokasi-lokasi yang pernah menjadi bagian dari hidupnya yang tak pernah benar-benar meninggalkan Hollywood.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah pameran Marilyn Monroe: Hollywood Icon di Academy Museum of Motion Pictures yang dibuka mulai 31 Mei 2026. Pameran ini menyoroti Marilyn bukan hanya sebagai aktris, tetapi juga sosok yang secara sadar membentuk citra dirinya di hadapan publik. Ratusan artefak asli dipamerkan, termasuk gaun merah muda ikonik dari Gentlemen Prefer Blondes (1953), surat pribadi, foto, hingga dokumen produksi yang jarang terlihat sebelumnya. Mulai 1 Juni, museum juga menghadirkan pemutaran 17 film Marilyn, termasuk Some Like It Hot, How to Marry a Millionaire, dan The Seven Year Itch.
Bagi yang ingin melihat Los Angeles melalui jejak kehidupannya, Classic Experiences menawarkan Marilyn Monroe’s Los Angeles Tour. Menggunakan sedan Cadillac atap terbuka klasik, tur ini mengunjungi sejumlah lokasi penting dalam hidup Marilyn, mulai dari rumahnya di Beverly Hills, Hotel Bel-Air tempat sesi foto legendaris The Last Sitting, hingga Canter’s Deli yang kerap ia kunjungi bersama suami ketiganya, Arthur Miller.

Pengalaman bermalam pun bisa menjadi bagian dari perjalanan nostalgia tersebut. Hollywood Roosevelt Hotel, salah satu hotel paling bersejarah di Los Angeles, pernah menjadi rumah Marilyn selama dua tahun ketika kariernya sebagai model mulai menanjak. Di sinilah sesi pemotretan profesional pertamanya berlangsung, tepatnya di sekitar Tropicana Pool yang hingga kini masih mempertahankan karakter aslinya. Para tamu bahkan dapat menginap di Marilyn Monroe Suite yang menghadap langsung ke kolam renang tersebut.
Untuk melihat sisi lain kehidupannya, Hollywood Museum menyimpan salah satu koleksi Marilyn Monroe terlengkap di dunia. Berlokasi di bekas studio kecantikan Max Factor, museum ini menampilkan berbagai benda pribadi, busana, hingga limusin milik Marilyn. Salah satu artefak paling menarik adalah gaun bulan madu yang dikenakannya saat menikah dengan Joe DiMaggio.
Tak jauh dari sana, TCL Chinese Theatre menjadi tempat lain yang wajib dikunjungi. Pada 1953, kesuksesan Gentlemen Prefer Blondes membuat Marilyn dan lawan mainnya, Jane Russell, diundang untuk meninggalkan cetakan tangan, tanda tangan, dan jejak sepatu mereka di Forecourt of the Stars. Bintang Marilyn di Hollywood Walk of Fame juga hanya berjarak satu blok dari lokasi tersebut.

Jejak Marilyn juga dapat ditemukan di sejumlah institusi kuliner legendaris Los Angeles. Salah satunya adalah Musso & Frank Grill, restoran steak klasik yang telah beroperasi sejak 1919. Di era keemasan Hollywood, Marilyn dan Joe DiMaggio kerap menghabiskan malam di ruang privat Back Room bersama para bintang lain seperti Elizabeth Taylor dan Steve McQueen. Hingga kini, pengunjung masih dapat memesan meja yang dikenal sebagai “Marilyn’s Booth”.
Bagi pencinta sejarah perfilman, Paramount Studio Tour menawarkan kesempatan melihat langsung jantung industri hiburan Hollywood. Meski sebagian besar film Marilyn diproduksi di studio milik FOX, kawasan Paramount memiliki hubungan emosional tersendiri. Konon, ketika masih kecil dan tinggal di panti asuhan Los Angeles, Norma Jeane—nama lahir Marilyn—sering memandangi menara air studio dari kejauhan sambil bermimpi menjadi bintang film.
Perjalanan dapat dilanjutkan ke Formosa Café, restoran legendaris yang selama puluhan tahun menjadi tempat berkumpul para selebritas Hollywood. Dindingnya pernah dipenuhi foto-foto para pelanggan ternama, termasuk Marilyn Monroe, Frank Sinatra, Elvis Presley, hingga James Dean.

Sementara itu, Beverly Hills Hotel atau “Pink Palace” menjadi salah satu alamat favorit Marilyn sepanjang kariernya. Ia beberapa kali tinggal di hotel ikonik tersebut, termasuk saat syuting Let’s Make Love pada 1960.
Sebagai penutup, banyak penggemar memilih berziarah ke Pierce Brothers Westwood Village Memorial Park. Di kompleks pemakaman yang tenang ini, Marilyn Monroe dimakamkan dalam kripta marmer merah muda di Corridor of Memories. Di sinilah kisahnya berakhir, tetapi juga terus hidup. Selama dua dekade setelah kematiannya, Joe DiMaggio diketahui mengirimkan enam tangkai mawar merah ke makam Marilyn sebanyak tiga kali seminggu—sebuah gestur sederhana yang mungkin menjelaskan mengapa, seratus tahun setelah kelahirannya, dunia masih belum sepenuhnya bisa melupakan Marilyn Monroe.—Yohanes Sandy
Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026
Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026