Merayakan Natal dan Tahun Baru di Hilton Garden Inn Jakarta Taman Palem
Hotel yang berlokasi di Jakarta Barat ini menawarkan paket liburan akhir tahun.
Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengekspresikan dirinya. Ada yang merasa paling hidup ketika memainkan musik, ada yang menemukan ketenangan di balik sapuan kuas, sementara yang lain menyalurkan kreativitas melalui dapur. Di tengah Bukit Bintang yang riuh oleh pusat perbelanjaan, bar, dan restoran, sebuah hotel butik di Kuala Lumpur mengajak para tamunya untuk tetap terhubung dengan sisi kreatif tersebut. Bersemayam di jantung ibu kota Malaysia, KLoé Hotel menjadi persinggahan tempat ide, inspirasi, dan jiwa-jiwa kreatif saling berkelindan.
KLoé Hotel menaungi 85 kamar dan suite yang memadukan langgam industrial dengan sentuhan Japandi. Kombinasi dinding beton ekspos, lantai parket herringbone, dan pencahayaan hangat menghadirkan atmosfer yang mengingatkan pada sebuah studio kreatif ketimbang hotel konvensional. Furnitur serta dekorasi artisanal mengisi hampir setiap sudut ruang, mempertegas karakter butik yang diusungnya. Dari sisi kenyamanan, fasilitasnya pun lengkap, mulai dari TV LED dan mesin Nespresso hingga rangkaian produk perawatan tubuh dari Aesop. Sementara itu, bathtub tersedia di kategori akomodasi tertinggi bagi tamu yang ingin menikmati momen relaksasi lebih lama setelah menjelajahi Kuala Lumpur.


Baca juga: REXKL, Wadah Komunitas dan Gaya Hidup di Kuala Lumpur
Keunikan terbesar KLoé Hotel terletak pada lima Artist Loft eksklusif yang masing-masing mengangkat satu passion berbeda. Setiap unit dirancang bersama figur kreatif yang memiliki rekam jejak di bidangnya sehingga pengalaman yang ditawarkan terasa autentik, bukan sekadar dekorasi bertema. Room to Draw, misalnya, hadir layaknya studio seni pribadi dengan pilihan kanvas dan perlengkapan menggambar hasil kurasi ilustrator Malaysia, Joee Cheong. Di sisi lain, kreator konten kuliner Sarah Huang Benjamin merancang Room to Cook sebagai ruang bereksperimen di dapur, lengkap dengan bahan-bahan dan resep hidangan lokal yang dapat diolah sendiri oleh tamu.


Agenda musik juga mendapat tempat istimewa. Room to Listen menghadirkan kabinet pemutar musik bergaya Mid-Century yang dipadukan dengan koleksi piringan hitam hasil kurasi DJ Rudy La Faber, mengundang tamu untuk menikmati musik secara lebih perlahan di tengah era layanan streaming. Bagi para pencinta buku, Room to Read menawarkan rak berisi koleksi pilihan yang mencakup filsafat, sastra Asia, hingga budaya populer. Sementara itu, Room to Grow menghadirkan pengalaman yang sama sekali berbeda melalui peralatan berkebun, terarium, dan koleksi tanaman sukulen—sebuah ruang kecil untuk kembali terhubung dengan alam, meski berada di tengah kota.

Di luar kamar-kamarnya yang unik, KLoé Hotel juga memiliki sejumlah fasilitas yang memperkuat identitasnya sebagai ruang kreatif. Ritme kehidupan hotel berpusat di Living Room, area komunal yang dipenuhi buku, karya seni, dan sudut-sudut nyaman untuk bekerja, membaca, atau sekadar berbincang. Ruang ini terhubung dengan The Holiday Shop, butik kecil yang menghadirkan beragam produk dari jenama lokal Malaysia, mulai dari aksesori hingga karya desain independen. Sementara itu, Lucky Coffee Bar melayani sarapan setiap pagi sebelum bertransformasi menjadi bar koktail saat malam tiba. Di sela aktivitas tersebut, kolam renang hotel menjadi tempat ideal untuk melepas penat setelah seharian menjelajahi Bukit Bintang.
227 Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia; kloehotel.com—Rachman Karim
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul