Alaya Suites Ubud ajak tamu menikmati Ubud lewat kuliner, desain, budaya, dan kebugaran.

Ada hotel yang membuat Anda ingin kembali lagi bahkan sebelum sempat benar-benar meninggalkan propertinya. Alaya Suites Ubud, properti terbaru dari Alaya Hotels & Resorts, mungkin menjadi salah satu contohnya. Sebagai anggota termuda dalam jaringan tersebut, hotel ini berlokasi hanya beberapa langkah dari “kakaknya”, Alaya Ubud, sekaligus menawarkan pengalaman menginap yang lebih privat dan lapang. Kami mengunjungi dan mengulasnya.

Lokasi
Saat berkunjung ke Ubud, lokasi hotel menjadi salah satu pertimbangan penting. Beruntung, Alaya Suites Ubud bersemayam di Jalan Raya Pengosekan, salah satu koridor utama Ubud. Lokasinya yang strategis memungkinkan tamu menjangkau berbagai pusat keramaian dengan berjalan kaki, sekaligus menghindari kepadatan lalu lintas di pusat kota. Berada di jalan utama juga berarti hotel dikelilingi beragam kafe, restoran, galeri, dan ruang kreatif yang membuat kawasan ini tetap hidup sepanjang hari.

Desain lobi dengan garis-garis minimalis tapi elegan.
Instalasi pohon beringin mini yang menjadi primadona di lobi hotel.

Desain
Alaya Suites Ubud dirancang oleh firma arsitektur DDAP Architect bersama pakar desain interior Riem Studio, keduanya berbasis di Ubud. Konsep desainnya terinspirasi dari Catus Patha, filosofi desa Bali yang merujuk pada pertemuan suci antara jalan, manusia, dan mimpi. Gagasan tersebut diterjemahkan melalui bahasa arsitektur minimalis dengan penggunaan kayu dan batu andesit. Di area lobi, sebuah kolam mengitari “pohon beringin” mini yang menjadi titik fokus sekaligus menciptakan kesan tenang sejak langkah pertama.

Kamar luas dengan cahaya alami yang melimpah.

Kamar
Alaya Suites Ubud menaungi 45 suite dan enam vila. Menyandang kategori suite, kamar-kamarnya hadir dengan ruang yang lapang, mulai dari 65 meter persegi, lengkap dengan balkon atau teras privat. Interiornya memperlihatkan pengaruh Japandi yang kuat melalui penggunaan furnitur berbahan kayu jati serta kayu ulin daur ulang. Setiap kamar juga dilengkapi bathtub berukuran besar dengan keramik dari Gaya Ceramic.

Kamar dengan balkon privat lapang menjadi salah satu nilai tambah. TFL Paper/Yohanes Sandy

Amenitasnya pun dirancang mengikuti kebutuhan wisatawan modern, mulai dari Smart TV dan mesin pemasak air hingga kopi dari Pison serta sabun dan losion dari jenama lokal artisan. Pernak-pernik lainnya adalah sandal dari bahan anyaman, tas kriya, dan kimono buatan merek Indonesia, Pithecanthropus. Menariknya, kategori suite tersedia dalam pilihan tempat tidur King maupun Twin, menjadikannya fleksibel untuk pasangan maupun perjalanan bersama teman.

Kiri: Salah satu sudut kamar mandi. Kanan: bathtub lapang yang melengkapi tiap suite. TFL Paper/Yohanes Sandy

Sementara itu, keenam vila menawarkan ruang seluas 100 meter persegi dan berada di bagian belakang hotel untuk menghadirkan privasi lebih. Masing-masing dilengkapi kolam rendam pribadi, memberikan ruang yang lebih eksklusif untuk menikmati suasana Ubud tanpa harus meninggalkan kenyamanan kamar.

Jubah mandi keluaran merek lokal Pithecanthropus. TFL Paper/Yohanes Sandy

Kuliner
Kuliner menjadi bagian integral dari pengalaman menginap di Alaya Suites Ubud. Tak tanggung-tanggung, hotel ini menaungi dua jenama asal Jakarta, Baker Butcher Barista (B3) dan Carbón, yang sekaligus menjadi cabang pertama keduanya di luar ibu kota.

Baker Butcher Barista menawarkan konsep bersantap sepanjang hari. Pagi dimulai dengan kopi spesial, pastri artisan, dan roti, sebelum bertransformasi menjadi restoran steik pada malam hari. Mengandalkan daging premium dan potongan berkualitas yang dimasak sesuai preferensi tamu, B3 memadukan keahlian kuliner dengan atmosfer elegan yang tetap hangat dan kasual.

Carbón, restorang yang diboyong dari Jakarta.

Sementara itu, Carbón membawa karakter yang lebih berani melalui cita rasa Meksiko dan Peru, dengan teknik memasak berbasis api sebagai jantung pengalaman. Kedua restoran ini merupakan bagian dari MDA Restaurant, grup kuliner besutan koki Andri Dionysius, yang kini memperluas jejaknya dari Jakarta ke Bali.

Melengkapi pilihan malam hari adalah Tequila & Cigar Lounge, ruang intim yang menawarkan pengalaman yang relatif langka di pusat Ubud. Koleksi tequila berkualitas, minuman beralkohol langka, dan cerutu pilihan menjadi teman berbincang dalam suasana yang lebih tenang.

Ruang spa di DaLa Spa.

Fasilitas
Untuk menjaga keseimbangan selama menginap, Alaya Suites Ubud menyediakan kolam renang, studio yoga, gym, serta DaLa Spa. Ragam pijat dan perawatan tubuh dihadirkan dengan pendekatan holistik, menggunakan bahan-bahan tradisional Bali yang dikurasi secara cermat.

Favorit Kami
Kamar menjadi salah satu bagian yang paling kami sukai. Ruangnya lapang dan nyaman, ideal untuk sejenak menjauh dari ritme Ubud yang semakin ramai maupun menikmati romantic getaway bersama pasangan. Lokasinya yang strategis juga memudahkan tamu mengeksplorasi pusat Ubud tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Namun, pengalaman di Alaya Suites Ubud tidak berhenti pada kamar. Masa inap dirancang berdasarkan empat pilar—budaya, kuliner, kebugaran, dan selebrasi—yang mengajak tamu mengenal Ubud melalui cara yang lebih personal.

Kolam renang tak terlalu besar, tetapi cukup untuk membakar kalori atau sekadar berendam.

Sejumlah pengalaman budaya dan kebugaran bahkan dapat dinikmati tanpa biaya tambahan, mulai dari lokakarya membuat kwangen, sesi Morning Flow untuk mengawali hari dengan lebih tenang, ritual Evening Wedang dengan seduhan jahe dan serai, hingga aktivitas cetak linocut yang terinspirasi dari karya seni orisinal di berbagai sudut properti. Pada akhirnya, inilah yang membuat Alaya Suites Ubud terasa lebih dari sekadar hotel di Ubud: sebuah basis untuk menikmati kota melalui ritme yang lebih perlahan, kreatif, dan berkarakter.

Jl. Raya Pengosekan Ubud No.108, Ubud, Kec. Ubud, Gianyar, Bali 80571; (0361) 2013808; alayahotels.com; tarif kamar mulai dari Rp3.500.000 per malam.—Yohanes Sandy

Calendar of Events

The Archipelago Table by William Wongso

Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags

Gastronomy Artistry Masahiko Kawano

Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul

Tuscan Dinner by Chef Luca Masini

Byrd House Bali mengajak para tamu menuju pesisir Tuscany. 26 Jun

See More