HOSHINOYA Nara Prison ubah sel-sel tahanan era Meiji jadi kamar mewah.

Mendekam di penjara tentu bukan sesuatu yang masuk ke daftar impian siapa pun. Namun dalam dua dekade terakhir, bangunan-bangunan bekas lembaga pemasyarakatan justru mulai menjalani kehidupan kedua sebagai hotel mewah dengan karakter yang tak dimiliki properti lain. Malmaison Oxford, misalnya, mengubah sel-sel tahanan menjadi kamar dan suite yang sarat sejarah. Di Melbourne, The Interlude menghadirkan retret bintang lima di dalam kompleks bekas Penjara Pentridge. Alih-alih menghapus masa lalunya, hotel-hotel ini memilih merangkulnya sebagai bagian dari pengalaman menginap.

Tahun ini, Jepang kembali mencuri perhatian melalui proyek serupa. Bukan di Tokyo atau Kyoto, melainkan di Kota Nara. Bersemayam di kompleks Penjara Nara—salah satu dari lima penjara besar yang dibangun pada era Meiji—HOSHINOYA Nara Prison menjadi properti terbaru dalam portofolio jenama HOSHINOYA. Kompleks bersejarah ini juga menaungi Nara Prison Museum, menghadirkan perpaduan antara kemewahan, pelestarian warisan budaya, dan pengalaman yang mengajak tamu memahami sejarah dari sudut pandang yang berbeda.

hoshinoya nara
Kompleks Penjara Nara, kini jadi rumah bagi HOSHINOYA Nara Prison. Hoshino Resorts.
hoshinoya nara
Atmosfer hangat dibangun oleh perpaduan desain arsitektur asli dengan sentuhan modern. Hoshino Resorts.

Di balik fasad bergaya Eropa rancangan Keijiro Yamashita, arsitek ternama pada era Meiji dan Taisho, tersembunyi 48 suite kontemporer yang memancarkan atmosfer hangat dan reflektif. Dinding serta langit-langit bata ekspos, lantai berlapis karpet, dan palet warna bumi menciptakan suasana yang tenang tanpa menghilangkan identitas bangunan aslinya. Luas setiap suite berkisar antara 50 hingga 70 meter persegi, hasil penggabungan sembilan hingga sebelas sel tahanan. Tata ruang linear yang dihasilkan menjadi salah satu ciri paling unik—sesuatu yang hampir mustahil ditemukan di hotel-hotel konvensional.

Baca juga: Mengenal Shinrin-Yoku, Praktik Forest Bathing di Jepang

Meski berada di dalam bekas kompleks penjara, pengalaman menginap di sini jauh dari kesan suram. Setiap kamar dilengkapi amenitas yang dikurasi dengan saksama, mulai dari pengeras suara Bluetooth, koleksi buku dan musik, hingga pilihan wine serta wewangian eksklusif. Di kamar mandi, bathtub menjadi ruang kecil untuk beristirahat setelah seharian menjelajahi kuil-kuil dan jalanan bersejarah Kota Nara.

hoshinoya nara
Main Lounge. Hoshino Resorts.

Di luar kamar, ritme kehidupan hotel berpusat di Main Lounge, ruang komunal yang menghadirkan racikan minuman artisanal, kudapan manis, serta koleksi buku bertema perjalanan, arsitektur, dan budaya Jepang. Sementara itu, Courtyard menawarkan ruang terbuka yang tenang untuk menikmati sore, membuktikan bahwa halaman bekas penjara pun dapat berubah menjadi tempat yang mengundang orang untuk memperlambat langkah.

Pengalaman kuliner di HOSHINOYA Nara Prison tersebar di beberapa lokasi. Dining Lounge yang menempati bangunan bekas gudang menjadi tempat menikmati aperitif sebelum makan malam. Bagi tamu yang menginginkan suasana lebih intim, tersedia sejumlah ruang makan semiprivat di bangunan terpisah. Sorotan utamanya adalah menu degustasi Gastronomy Chronicle, sebuah perjalanan rasa yang menelusuri kembali pengaruh kuliner Prancis terhadap perkembangan gastronomi Jepang melalui interpretasi yang kontemporer.

Baca juga: Taman Bermain di Jepang dengan Kolam Wine dan Kopi

Petualangan kuliner berlanjut setiap sore melalui Akane Tea Salone, sesi minum teh yang dapat dinikmati seluruh tamu tanpa biaya tambahan. Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih intim lewat The Gramophone Soirée, social hour khusus dewasa yang menyajikan koktail dan sampanye ditemani alunan musik klasik dari gramofon. Pengalaman sederhana yang terasa selaras dengan karakter hotel: tenang, perlahan, dan penuh nostalgia.

hoshinoya nara
Dining Lounge. Hoshino Resorts.

Meski tidak menawarkan fasilitas umum sebanyak resor-resor besar, HOSHINOYA Nara Prison tetap menghadirkan beragam aktivitas yang memperkaya pengalaman menginap. Setiap pagi pukul 07.00 hingga 07.30, tamu dapat mengikuti dumbbell exercise, latihan fisik yang terinspirasi dari budaya olahraga era Meiji. Bagi pencinta aroma, sesi fragrance blending menjadi kesempatan untuk meracik wewangian sendiri. Sementara itu, akses eksklusif ke Nara Prison Museum melengkapi pengalaman dengan perspektif historis yang memperlihatkan bagaimana bangunan ini berevolusi dari institusi pemasyarakatan menjadi destinasi yang luar biasa.

Terpenjara tentu bukan pengalaman yang diidamkan siapa pun. Namun, HOSHINOYA Nara Prison berhasil mengubah ruang kurungan menjadi tempat beristirahat yang mengundang refleksi. Lebih dari sekadar hotel mewah dengan konsep unik, properti ini menunjukkan bahwa bangunan bersejarah tidak harus terjebak di masa lalu. Di tangan yang tepat, ia dapat menjelma menjadi ruang yang mengajak tamunya melambat, berkontemplasi, dan menemukan makna baru di balik dinding-dinding yang dahulu membatasi kebebasan.

18 Hannyaji-cho, Nara, Nara Prefecture, Jepang; hoshinoresorts.com.Rachman Karim

Calendar of Events

Gastronomy Artistry Masahiko Kawano

Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul

Tuscan Dinner by Chef Luca Masini

Byrd House Bali mengajak para tamu menuju pesisir Tuscany. 26 Jun

Hamabe x Tsune

Kolaborasi dua koki kuliner Jepang berbakat di Bali. 26-27 Jun & 10-11 Jul

See More