Spot Sepeda Santai Menarik di Jakarta dan Sekitarnya
Bersepeda dengan pemandangan laut hingga pepohonan yang menyejukkan.
Foto utama: Ron Lach/Pexels
Di tengah tren kebugaran yang semakin kreatif serta menjamurnya pusat kebugaran, amenitas seperti jakuzi, sauna, steam room, hingga cold plunge kini semakin mudah ditemukan. Fasilitas-fasilitas tersebut bahkan kerap ditempatkan berdekatan, memungkinkan pengguna berpindah dari satu pengalaman ke pengalaman lain dalam satu sesi pemulihan.
Baik sauna dan hot tub maupun berendam dalam air dingin menawarkan sensasi serta manfaat yang berbeda bagi tubuh. Air panas membantu merilekskan otot dan dapat menurunkan tekanan darah, sementara cold plunge dipercaya membantu mengurangi stres dan mendorong metabolisme. Dua pengalaman yang tampak berseberangan ini kemudian dipertemukan dalam satu tren wellness yang semakin populer: contrast therapy.
Berawal di Yunani
Konsep contrast therapy berakar dari praktik kesehatan yang berkembang sekitar 1000 SM di Yunani. Dilansir dari Temperd, Hippokrates—yang dikenal sebagai Bapak Hidroterapi dan Pengobatan Ilmiah—kerap menyarankan berendam dalam air panas untuk meredakan nyeri, kemudian memadukannya dengan air dingin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Praktik tersebut kemudian dibawa ke Roma dan berkembang menjadi salah satu fondasi pengobatan tradisional Romawi. Pemandian umum dirancang sebagai ruang pemulihan yang diawali dengan kolam air panas. Pengunjung kemudian berpindah ke kolam air hangat dan dingin sebelum mengulangi siklus tersebut beberapa kali.

Baca juga: The Westin Resort Nusa Dua Bali Luncurkan Fasilitas Kebugaran Baru
Terapi air serupa pun berkembang di berbagai belahan dunia. Di Jepang, misalnya, budaya onsen mengenal sesi berendam dalam kolam air panas kaya mineral yang dapat dilanjutkan dengan air dingin. Sementara di Skandinavia, sesi sauna kerap diakhiri dengan berendam di danau atau membilas tubuh dengan air dingin.
The Best of Two Worlds
Contrast therapy kerap dikaitkan dengan sensasi segar yang langsung terasa setelah tubuh melewati pergantian suhu ekstrem. Namun, pengalaman ini sejatinya menawarkan lebih dari sekadar sensasi segar. The Conscious Breath menyebutkan sejumlah manfaat yang dapat diperoleh, termasuk stimulasi pelepasan norepinefrin yang membantu meningkatkan fokus. Terapi ini juga dipercaya mendukung fungsi kognitif serta membantu menurunkan tingkat kecemasan dan depresi.
Otot menjadi area lain yang mendapat perhatian. Contrast therapy dapat membantu mengurangi nyeri otot dan inflamasi, sekaligus mendukung sirkulasi darah dan kualitas tidur. Sementara itu, paparan panas dan dingin menciptakan apa yang dikenal sebagai stres hormetik—respons tubuh terhadap tekanan ringan yang dapat membantu membangun ketahanan fisik.
Hanya Sementara
Meski kerap menjadi bintang dalam percakapan tentang kebugaran, manfaat contrast therapy tidak serta-merta bersifat jangka panjang. Sebuah artikel dari American Medical Association menyebutkan bahwa terapi ini dapat membantu merilekskan otot dan mengurangi nyeri dalam jangka pendek. Namun, peningkatan norepinefrin dan kortisol yang dipicu terapi tidak bertahan cukup lama untuk memberikan manfaat kardiovaskular berkelanjutan.

Faktor risiko juga tetap perlu diperhatikan. Dalam artikel yang sama, Dr. Chelsea M. Evans, DO dari Lehigh Valley Orthopedics Institute di Pennsylvania, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa paparan suhu dingin dapat berisiko bagi mereka yang mengalami aritmia jantung. Sementara itu, orang dengan tekanan darah tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba terapi ini untuk menghindari serangan strok.
Menikmati dengan Aman
Hanya karena manfaatnya bersifat temporer, bukan berarti contrast therapy tak layak dicoba. Sejumlah hotel dan pusat kebugaran bonafide kini menyediakan fasilitas yang mendukung pengalaman wellness ini. Opsinya pun beragam, mulai dari hidroterapi, kolam dingin, ice bath, jakuzi, sauna konvensional, hingga sauna inframerah.
Prosedur yang tepat tetap menjadi kunci. Plunge menyarankan mengenakan pakaian yang sesuai, terutama saat berendam dalam air dingin, menjaga hidrasi sebelum dan sesudah terapi, serta tidak memaksakan diri saat tubuh mulai menunjukkan tanda tidak nyaman. Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter sebelum mencoba contrast therapy tetap menjadi langkah paling bijak.—Rachman Karim
Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul