Babak baru bagi bangunan bekas bioskop bersejarah.

Foto utama: REXPERIENCE (RXPKL)

Transformasi bangunan tua menjadi ruang publik baru bukan lagi hal yang asing, terutama di tengah keterbatasan lahan yang membayangi banyak megapolitan Asia. Di Jakarta, misalnya, hadir M Bloc Space yang dulu merupakan kompleks gudang dan perumahan karyawan Perum Peruri. Sementara itu di Shanghai, sebuah rumah jagal direinkarnasi menjadi episentrum gaya hidup bernama 1933 Old Millfun.

Kini, Kuala Lumpur juga memiliki kisah serupa lewat sebuah bangunan tua di Jalan Sultan yang kembali hidup sebagai ruang komunitas bernama REXKL.

Api, Lagi dan Lagi
Tujuh puluh sembilan tahun lalu, bangunan yang kini ditempati REXKL merupakan bioskop bernama REX Theatre. Lokasinya hanya sepelemparan batu dari Petaling Street Market—pusat belanja legendaris yang menjual segala hal, mulai dari oleh-oleh khas Malaysia hingga tas Lady Dior “aspal.” Diresmikan pada 1947, REX Theatre termasuk salah satu bioskop paling modern di Kuala Lumpur pada masanya, dengan desain Streamline Moderne rancangan James Robert Vethavanam.

rexkl
Bioskop Rex, dengan desain Streamline Moderne. REXPERIENCE.

Sayangnya, usia kejayaannya tak berlangsung lama. Pada tahun operasional kelima belasnya, bioskop ini habis dilalap api. Empat tahun kemudian, bangunan baru didirikan di atas lahannya. Digarap oleh Golden Communications (yang kini dikenal sebagai Golden Screen Cinemas), REX Theatre kembali lahir pada 1976 sebagai bioskop layar tunggal berkapasitas 1.100 kursi lengkap dengan area balkon. Bahkan, ia sempat dikenal sebagai bioskop pertama di Malaysia yang menggunakan teknologi prosesor suara digital.

Baca juga: Reinkarnasi Rumah Jagal di Shanghai

Namun sejarah seperti berulang. Pada 2002, kebakaran kembali terjadi dan menghentikan operasional bioskop secara permanen. Bangunan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi penginapan bernama Red Dragon Hostel. Ironisnya, hubungan properti ini dengan api tampaknya belum benar-benar usai. Dalam blog pribadinya, pengguna bernama Chan Kok Kuen pernah mendokumentasikan kebakaran lain yang terjadi di hostel tersebut pada 2007. Berbekal kamera di tangan dan niat mencari sarapan pagi bersama anaknya, momen santai itu mendadak berubah menjadi aksi jurnalisme warga.

Hidup Kembali
Pertengahan 2018 menjadi titik balik baru bagi bangunan seluas 5.574 meter persegi tersebut. Di tangan sekelompok wirausahawan kreatif yang dipimpin duo arsitek Shin Tseng dan Shin Chang, properti ini direstorasi menjadi REXKL—sebuah ruang sosial yang memadukan seni, kuliner, ritel, dan komunitas dalam satu atap. Proyek eksperimental ini juga menjadi bagian dari gerakan revitalisasi bangunan tua di Kuala Lumpur yang semakin berkembang beberapa tahun belakangan.

5 Ruang Pertunjukan Unik di Asia
Fasad REXKL saat ini. BookXCess.
rexkl
Tangga utama di REXKL. Vinc/Google.

Meski fungsinya berubah total, identitas visual masa lalunya tidak dihapus begitu saja. Ubin kotak-kotak lawas, lorong-lorong teatrikal, hingga papan penunjuk arah untuk pemegang tiket “VIP” tetap dipertahankan sebagai pengingat akan masa kejayaan bioskop tersebut. Suasananya terasa nostalgik sekaligus kontemporer, menawarkan sebuah perpaduan atmosfer yang kini semakin dicari generasi urban Asia.

Baca juga: 5 Ruang Pertunjukan Unik di Asia

Eksplorasi gastronomi terkonsentrasi di lantai dasar lewat Food Fiction, ruang kuliner bergaya hawker center modern yang menghadirkan ragam tenant independen. Dari sajian khas Sarawak di Kantin hingga pastri artisan di Summation & Summorie, semuanya membentuk ritme sosial baru yang hidup dari pagi hingga malam. Pengalaman ritel di REXKL juga terasa lebih terkurasi. Gerai multibrand Of Or Others menghadirkan pilihan busana dan perlengkapan rumah dengan pendekatan desain yang apik, sementara Neucover menawarkan narasi sartorial yang modern dan versatil.

rexkl
Gerai BookXCess yang Instagrammable di REXKL. Dinda Pramesti.
rexkl
Beragam mainan dan pernak-pernik yang dijual di REXKL. Dinda Pramesti.

Pada 2023, REXKL kembali memperluas identitas kreatifnya lewat REXPERIENCE, ruang seni digital imersif yang mengubah aula teater utama menjadi pengalaman visual interaktif. Sementara itu, area balkon bioskop kini ditempati BookXcess, toko buku yang viral di media sosial berkat rak-raknya yang menjulang bak balok Lego raksasa.

Meski lahir dari serangkaian tragedi, REXKL kini menulis babak yang jauh berbeda. Ruang-ruangnya dipenuhi obrolan santai, aroma kopi dan makanan hangat, serta kreativitas yang terus bergerak. Ia menjadi bukti bahwa setiap bangunan tua sejatinya selalu punya kesempatan kedua—asal diberi ruang untuk hidup kembali.Rachman Karim

Calendar of Events

Balinale 2026

Perayaan film global tahunan berkualifikasi Academy Awards. 1-7 Jun 2026

The Meru Eco Tourism Week 4th Edition

Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026

Art Jakarta Gardens 2026

Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026

See More