Kolaborasi The Ritz-Carlton x Late Checkout Hadir Kembali di 2025
Koleksi edisi terbatas menggabungkan estetika resor mewah dengan elemen kasual khas label Madrid.
Bagi sebagian orang, suvenir resmi maskapai mungkin hanya pelengkap perjalanan. Namun bagi para avgeek dan kolektor, suvenir resmi dari maskapai justru menjadi cara membawa pulang sepotong identitas sebuah maskapai. Mulai dari tas, aksesori, hingga kolaborasi dengan rumah mode dan karakter populer, sejumlah suvenir maskapai penerbangan bahkan telah menjelma menjadi barang koleksi yang diburu. Berikut beberapa yang paling menarik.

Singapore Airlines
Sulit membicarakan cinderamata maskapai terbaik tanpa menyebut Singapore Airlines. Motif batik yang terinspirasi seragam ikonik Sarong Kebaya menjadi identitas koleksinya. Selain pakaian, maskapai ini menghadirkan tas lipat batik, sampul paspor, syal, hingga kolaborasi edisi terbatas seperti Tokidoki x Batik Label yang banyak diburu kolektor.

AirAsia
Maskapai asal Malaysia ini membuktikan bahwa suvenir tak harus mahal untuk terasa menyenangkan. Salah satu koleksi paling uniknya adalah baju bayi bergaya seragam pilot dan awak kabin. Selain itu tersedia boneka beruang AirAsia, syal hasil kolaborasi dengan Zoe Arisah, serta beragam mainan dan aksesori eksklusif yang cocok dijadikan buah tangan.

Japan Airlines (JAL)
Jika mengutamakan kualitas desain, Japan Airlines menjadi salah satu yang terbaik. Beragam kolaborasi dengan jenama Jepang menghasilkan produk yang terasa lebih seperti barang gaya hidup ketimbang suvenir penerbangan. Mulai dari tas kolaborasi dengan Marna atau Chikazawa Lace, hingga koleksi JAL x Ultraman yang kini memiliki penggemarnya sendiri.

ANA
All Nippon Airways (ANA) memiliki salah satu lini suvenir paling kuat di industri penerbangan. Kolaborasi bersama Pokémon dan Star Wars telah melahirkan barang-barang koleksi yang sangat diminati. Di luar itu, tersedia tas edisi 40 tahun ANA, payung dan tumbler bersama Anna Sui, sepatu hasil kolaborasi dengan Patrick, kaus kolaborasi Champion, hingga koleksi kerja sama dengan Cath Kidston yang menghadirkan sentuhan fesyen pada dunia aviasi.

Lufthansa
Bagi pencinta sejarah penerbangan, Lufthansa adalah surga kecil. Maskapai asal Jerman ini menawarkan poster bergaya retro, model pesawat, serta berbagai suvenir yang merayakan warisan panjangnya. Koleksi First Class Duck bahkan telah berkembang menjadi ikon tersendiri dan diburu oleh frequent flyer dari seluruh dunia.

Cathay Pacific
Estetika minimalis khas Hong Kong menjadi benang merah koleksi Cathay Pacific. Tote bag bergaya vintage, sampul paspor klasik, kamera analog, koper hasil kolaborasi dengan Samsonite, tas bersama G.O.D., hingga koleksi Disney membuat lini suvenir maskapai ini terasa elegan sekaligus fungsional.

Qantas
Sebagai salah satu maskapai tertua di dunia, Qantas banyak mengangkat era keemasan perjalanan udara dalam koleksinya. Poster klasik, mug berlapis gambar poster kuno, hingga aksesori bertema sejarah penerbangan menjadi incaran kolektor. Belakangan, maskapai Australia ini juga menghadirkan kolaborasi bersama perancang busana Martin Grant serta koleksi pakaian bersepeda yang memperluas identitasnya sebagai jenama gaya hidup, bukan sekadar maskapai.—Yohanes Sandy
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul