Sudestada Rayakan Ulang Tahun Ketujuh
Dimeriahkan oleh gelaran bertema “7 Years of Flames & Friendship”.
Foto utama: Minkyu Kang/Unsplash
Jeju selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Negeri Ginseng yang menawarkan fasilitas bebas visa Korea Selatan bagi wisatawan dari sejumlah negara, termasuk Indonesia dalam skema dan ketentuan tertentu. Namun, bebas visa tidak berarti setiap pelancong otomatis dapat masuk ke Pulau Jeju. Pada akhir 2024, tiga wisatawan Indonesia sempat ditahan selama empat hari setelah ditolak masuk. Salah satu faktor yang disebut adalah meningkatnya penyalahgunaan skema bebas visa oleh pekerja ilegal, termasuk dari Indonesia, yang kemudian mendorong pemeriksaan imigrasi Jeju menjadi lebih ketat.
Mengutip laman Visit Korea, wisatawan yang ingin memanfaatkan kebijakan bebas visa ke Jeju perlu memenuhi persyaratan imigrasi yang berlaku, termasuk memiliki Korea Electronic Travel Authorization (K-ETA) serta menjalani wawancara dengan petugas imigrasi setempat. Skema ini juga memiliki batasan wilayah. Wisatawan yang masuk melalui fasilitas bebas visa Jeju tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke wilayah Korea Selatan lainnya, termasuk Seoul, tanpa memegang visa yang berlaku.

Di luar persoalan akses, ada banyak alasan untuk memasukkan Jeju ke daftar destinasi wisata Korea Selatan. Pulau vulkanik ini menawarkan lanskap alam yang khas, kuliner lokal, hingga tradisi masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad. Jeju juga semakin menarik perhatian wisatawan global setelah menjadi salah satu lokasi syuting serial Netflix When Life Gives You Tangerines, yang turut memperkenalkan lanskap dan kehidupan lokal pulau ini kepada penonton internasional.
Lantas, apa saja yang perlu diketahui wisatawan Indonesia sebelum liburan ke Jeju? Berikut beberapa hal penting mengenai bebas visa Jeju, aturan imigrasi, hingga destinasi yang patut dikunjungi sebelum menjelajahi Pulau Dewata-nya Korea Selatan.
Akses ke Jeju
Bagi wisatawan yang memanfaatkan skema bebas visa Jeju, perjalanan harus dilakukan melalui penerbangan langsung menuju pulau tersebut. Jika ingin memasuki Korea Selatan melalui Seoul terlebih dahulu, wisatawan tetap perlu memenuhi persyaratan visa Korea Selatan yang berlaku. Saat ini, belum tersedia penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeju, sehingga wisatawan Indonesia perlu menggunakan penerbangan dengan transit, salah satunya melalui Singapura.
Kuliner Khas Jeju
Kekayaan alam Jeju ikut membentuk karakter kuliner khas Jeju yang sederhana, segar, dan dekat dengan kehidupan masyarakatnya. Salah satu hidangan paling identik adalah babi hitam Jeju. Potongan daging tebal biasanya dipanggang di atas api hingga permukaannya kecokelatan, lalu dinikmati bersama saus khas, termasuk saus ikan teri asin.

Selain daging, hasil laut menjadi bagian penting dari gastronomi Jeju. Beragam hidangan laut segar berasal dari tangkapan para haenyeo. Beberapa yang patut dicoba antara lain abalone, galchi jorim atau ikan pedang yang dimasak dengan bumbu manis-pedas, serta momguk, sup rumput laut dengan daging babi. Bagi pencinta hidangan Korea klasik, samgyetang atau sup ayam dengan ginseng juga tersedia di berbagai restoran.
Destinasi Kuliner
Popularitas babi hitam membuat hidangan ini memiliki kawasan tersendiri di Jeju. Salah satunya berada di Geonip-dong, yang dikenal sebagai Black Pork Street karena dipenuhi restoran yang menyajikan beragam olahan babi hitam. Salah satu yang cukup populer adalah Sukseongdo, restoran yang menawarkan babi hitam Jeju dan pernah dikunjungi Jungkook BTS.

Eksplorasi kuliner dapat berlanjut ke Gyorae-ri, desa yang dikenal dengan Kawah Sangumburi sekaligus kuliner ayam Korea. Sementara itu, Chilsimni Food Street di Seogwipo menawarkan beragam hidangan laut di sepanjang kawasan pesisir. Bagi pencinta hasil laut segar, kawasan Pelabuhan Museulpo dapat menjadi pilihan untuk mencicipi ikan mentah dan tangkapan lokal. Jangan lupa membawa pulang jeruk Jeju, salah satu buah yang menjadi identitas pulau ini.
Baca juga: Aturan-Aturan Baru Bagi Turis di Jeju
Destinasi Budaya
Di balik lanskap alamnya, Jeju menyimpan warisan budaya yang kuat. Salah satu yang paling terkenal adalah tradisi haenyeo, para penyelam perempuan Jeju yang menyelam ke laut tanpa tabung oksigen untuk mencari hasil laut. Tradisi ini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO dan dapat dipelajari lebih jauh di Jeju Haenyeo Museum.
TFL Trivia: Tradisi haenyeo telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Jeju. Namun, profesi ini menghadapi tantangan regenerasi sehingga jumlahnya terus berkurang. Saat ini, hanya 2.371 orang yang tersisa.

Selain itu, Jeju memiliki Osulloc Tea Museum, yang memperkenalkan budaya teh hijau Korea sekaligus menawarkan berbagai olahan berbahan dasar teh. Ada pula Seongeup Folk Village, permukiman tradisional yang memperlihatkan kehidupan masyarakat Jeju pada masa lalu.
Destinasi Alam
Pantai Gimnyeong menjadi salah satu destinasi yang kembali mendapat perhatian. Pilihan lainnya adalah Pantai Hamdeok, yang menawarkan suasana berbeda menjelang malam, serta Dodu-dong Rainbow Coastal Road, kawasan tepi laut dengan jalan yang dihiasi warna-warni.

Jeju juga memiliki lanskap pegunungan yang tak kalah menarik. Saryeoni Forest Path menjadi pilihan bagi pencinta alam yang ingin berjalan di tengah hutan dengan beragam flora dan fauna lokal. Sementara itu, Saebyeol Oreum menawarkan lanskap perbukitan vulkanis yang menjadi salah satu panorama khas Pulau Jeju.
Pilihan Akomodasi
Opsi hotel di Jeju cukup beragam, mulai dari resor mewah hingga penginapan dengan harga lebih terjangkau. Untuk pengalaman menginap premium, beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain Grand Hyatt Jeju, Maison GLAD Jeju, JW Marriott Jeju Resort & Spa, Parnas Hotel Jeju, dan Lotte Hotel Jeju.
Sementara itu, pilihan yang lebih ramah di kantong mencakup Ocean Suites Jeju Hotel, Gloucester Hotel Hamdeok, dan Hotel Whistlelark Jeju. Bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda, penginapan bergaya rumah tradisional Korea seperti Harbag Hanok Village dapat menjadi pilihan untuk mengenal sisi lain Jeju.—Monika Febriana
Mempertemukan suasana pesisir Seminyak dengan hasil bumi Bedugul. 5-6 Sep 2026
Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul