Retret Industrial artistik yang lahir dari sejarah pertelevisian kota.

Jika bukan karena urusan pekerjaan, tidur di menara televisi mungkin bukan pilihan liburan yang terlintas di benak banyak orang. Namun, di Nagoya, Jepang, pengalaman itu hadir dalam balutan desain dan gaya hidup yang berkarakter. Bersemayam di Chubu Electric Power MIRAI TOWER, The Tower Hotel Nagoya menawarkan pengalaman menginap di hotel butik yang memadukan warisan arsitektur, seni, dan kenyamanan modern di jantung kota.

Chubu Electric Power MIRAI TOWER sebelumnya dikenal sebagai Nagoya TV Tower. Berjarak selemparan batu dari Stasiun Hisayaodori, landmark tersebut kini menjadi salah satu atraksi wisata populer di Nagoya. Rampung pada 1954, bangunan tersebut merupakan menara televisi tertua di Jepang. Meski tak semegah Tokyo Skytree, pesonanya telah merambah layar lebar, termasuk dalam film Mothra vs. Godzilla dan versi remake-nya, Godzilla vs. Mothra.

the tower hotel nagoya
Chubu Electric Power MIRAI TOWER
the tower hotel nagoya
Forest View Double Room

The Tower Hotel Nagoya hanya memiliki 14 kamar, menjadikannya pilihan bagi pelancong yang mengutamakan pengalaman menginap lebih personal. Desain interiornya mempertahankan struktur teknis asli menara, berpadu dengan estetika minimalis industrial yang kontemporer. Dinding beton ekspos, kerangka baja berukuran besar, dan jendela-jendela lebar—sebagian dipasang dengan posisi condong—membentuk karakter ruang yang tak biasa. Karya seni dari sejumlah seniman Jepang melengkapi kamar, menghadirkan sentuhan kreatif di tengah elemen arsitektur yang tegas.

Baca juga: Di Jepang, Penjara Berusia Seabad Diubah Jadi Hotel Mewah

Di balik tampilannya yang industrial, kenyamanan tetap mendapat perhatian. Kasur Airweave dengan teknologi Airfiber dirancang untuk mendukung kualitas tidur, sementara rangkaian produk perawatan alami F organics mencerminkan perhatian terhadap pilihan produk yang lebih berkelanjutan. Tamu yang memilih suite mendapat sejumlah amenitas tambahan, mulai dari bak rendam dan dapur mini hingga teras pribadi untuk menikmati suasana kota.

Di antara pilihan akomodasinya, terdapat Galleryroom, kamar istimewa yang sekaligus berfungsi sebagai galeri mini. Tanpa televisi maupun fasilitas hiburan sejenis, ruang ini mengajak tamu menikmati karya seni dengan lebih leluasa, jauh dari distraksi digital.

the tower hotel nagoya
Glycine

Untuk urusan bersantap, tersedia tiga gerai dengan karakter berbeda. Di lantai empat, Glycine merayakan kekayaan kuliner kawasan Tokai dalam suasana dinamis. Lily menawarkan hidangan Prancis dan ritual teh sore dengan latar Central Park, cocok untuk momen yang lebih formal atau romantis. Sementara itu, Farm& menjadi persinggahan untuk menikmati kopi dan kudapan di sela menjelajahi kota.

Melengkapi pengalaman menginap, The Tower Hotel Nagoya menyediakan pusat kebugaran bagi tamu yang ingin menjaga rutinitas olahraga. Ada pula Rooftop Salon, platform eksklusif untuk menikmati panorama Hisayaodori Park dari ketinggian, terutama saat cahaya kota mulai menyala selepas senja.

3-6-15-Saki Nishiki, Naka-ku, Nagoya, Jepang; thetowerhotel.jp.—Rachman Karim

Calendar of Events

The Bimasena Wellness Week

Menggabungkan kebugaran, pemulihan tubuh, mindfulness, dan interaksi komunitas. 12-18 Okt 2026

Ubud Writers & Readers Festival 2026

Festival sastra tahunan ini menghadirkan lebih dari 100 sesi. 21-25 Okt 2026

PESTAPORA 2026

Festival musik antargenerasi dengan lebih dari 80 penampil. 25-27 Sep 2026.

See More