Sudestada Rayakan Hari Malbec Sedunia
Penghormatan bagi kekayaan alam unggulan dari Tanah Tango.
Turis ke Singapura pasti punya memori tersendiri dengan es potong berbalut roti tawar di trotoar Orchard Road. Kini, pengalaman itu hadir dalam format yang lebih unik di kawasan Dempsey Hill, sebuah destinasi yang semakin dikenal dalam lanskap wisata keluarga di Singapura.
Pada abad ke-19, Dempsey Hill dikenal sebagai area militer, dengan jejak arsitektur kolonial yang masih bertahan hingga kini. Sekarang, kawasan tersebut bertransformasi menjadi pusat kuliner dan ruang kreatif. Di tengah suasananya, sebuah bangunan satu lantai berwarna jambon mencuri perhatian: Museum of Ice Cream Singapore.

Dibuka sejak Agustus 2021, museum ini merupakan cabang Asia pertama dari jenama asal Amerika Serikat. Dengan luas 5.500 meter persegi, ruangnya dirancang dalam estetika retro bernuansa merah muda yang konsisten, membentuk pengalaman visual yang kuat dan mudah dikenali.
Sebanyak 14 instalasi hadir di dalamnya. Sprinkle pool menjadi daya tarik utama dan disebut sebagai yang terbesar di antara cabang lainnya. Terowongan pisang dengan ratusan replika berwarna cerah serta bounce house menambah nuansa ceria yang melampaui batas usia.

Di balik tampilannya yang fotogenik, museum ini tetap menghadirkan elemen edukatif. Pengunjung diajak menelusuri sejarah es krim yang bermula sejak abad ke-500 SM hingga evolusinya menjadi hidangan modern.
Kunjungan tak lengkap tanpa mencicipi lima varian es krim yang disediakan, termasuk “uncle ice cream” yang ikonik. Tersedia pula area kerajinan tangan dan toko memorabilia sebagai pelengkap pengalaman. Museum ini buka setiap hari pukul 10.00 hingga 18.00, menjadi salah satu opsi museum yang wajib dikunjungi di Singapura yang terasa ringan tapi berkesan.—Rachman Karim
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026