Koleksinya mencakup bacaan kontroversial yang sempat dilarang.

Foto utama: Bvlgari

Nama Dua Lipa tentu sudah tak asing di panggung musik dunia. Lewat lagu-lagu seperti New Rules dan Hallucinate, penyanyi Britania-Albania ini mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Grammy Awards hingga MTV Video Music Awards. Di luar musik, ia juga dikenal sebagai ikon fesyen yang pernah berkolaborasi dengan rumah mode seperti Versace dan Saint Laurent. Namun, tahun ini, jejaknya meluas ke dunia yang lebih sunyi: literasi.

Melalui Service95 Book Club, klub buku yang ia dirikan, Dua Lipa berkolaborasi dengan Livraria Lello, toko buku legendaris di Porto, Portugal, untuk menghadirkan The Manifesto Library—sebuah perpustakaan permanen yang merayakan kebebasan berpikir. Inisiatif ini terasa selaras dengan sosok Dua Lipa yang selama beberapa tahun terakhir aktif membagikan rekomendasi bacaan dan mengangkat karya-karya sastra yang memantik diskusi lintas generasi.

manifesto library
Livraria Lello, kesohor berkat tangga ikoniknya. Livraria Lello.

Kolaboratornya pun bukan nama sembarangan. Berdiri sejak 1881, Livraria Lello dikenal sebagai salah satu toko buku tercantik di dunia. Arsitekturnya yang mengusung gaya Neo-Manueline, cabang dari Gothic Revival khas Portugal, menjadikannya destinasi favorit para pencinta buku sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Porto.

Baca juga: Bukit Batok Library: Perpustakaan Bergaya Gua di Singapura

The Manifesto Library resmi dibuka pada 27 Juni 2026. Peresmiannya dihadiri sejumlah tokoh sastra dunia, termasuk novelis Kanada Margaret Atwood dan Salman Rushdie, penulis The Satanic Verses. Meski koleksinya hanya mencakup sekitar 100 judul, setiap buku dipilih dengan satu benang merah yang sama: karya-karya yang pernah dilarang, disensor, atau diperdebatkan pada masanya.

manifesto library
Interior Manifesto Library, berisi 100 titel dari empat topik. Service95 Book Club.
manifesto library
Memory, salah satu kategori bacaan yang menyoroti kenangan sebagai bentuk perlawanan. Service95 Book Club.

Rak-raknya dibagi ke dalam empat tema, yakni Power, Control, Voice, dan Memory. Pengunjung dapat menemukan karya-karya penting seperti The Second Sex karya Simone de Beauvoir, I Know Why the Caged Bird Sings milik Maya Angelou, One Day, Everyone Will Have Always Been Against This karya Omar El Akkad, hingga novel klasik seperti 1984 karya George Orwell dan The Trial karya Franz Kafka.

Untuk mengunjungi The Manifesto Library di Livraria Lello, pengunjung dikenakan tiket 15,95 euro (sekitar Rp326.000), yang dapat ditukarkan sebagai voucer pembelian buku. Tak hanya berfungsi sebagai ruang baca, perpustakaan ini menjadi ruang untuk merayakan kebebasan intelektual—menghidupkan kembali suara-suara yang pernah dibungkam, sekaligus mengingatkan bahwa buku sering kali menjadi bentuk perlawanan yang paling sunyi, tapi paling bertahan lama.Rachman Karim

Calendar of Events

The Archipelago Table by William Wongso

Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags

Gastronomy Artistry Masahiko Kawano

Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul

Tuscan Dinner by Chef Luca Masini

Byrd House Bali mengajak para tamu menuju pesisir Tuscany. 26 Jun

See More