Dua griya tawang, masing-masing dengan desain yang distingtif.

Sejak pembukaannya pada kuartal akhir 2024, 25hours Hotel The Oddbird telah memosisikan diri sebagai suaka urban yang memadukan kemewahan dengan desain yang kreatif dan jenaka. Tahun ini, properti tersebut menambah babak baru dalam narasinya lewat peluncuran dua unit griya tawang—sepasang ruang yang dirancang untuk merayakan art de vivre di atas lanskap Jakarta. Menjelang akhir pekan panjang Mei silam, saya pun berkesempatan mengunjunginya.

Dua Ruang, Dua Kisah
Dua penthouse baru di 25hours Hotel The Oddbird menandai puncak kemewahan yang tetap berakar pada kreativitas dan eksentrisitas khas jenama 25hours. Keduanya bersemayam di lantai 52, sebuah lokasi yang menawarkan panorama metropolitan yang tak pernah benar-benar tertidur. Menariknya, kedua unit ini mengusung narasi visual yang berbeda dari tipe-tipe akomodasi sebelumnya.

Arloji menunjukkan lima menit sebelum pukul tiga sore saat lift berhenti di lantai 52. Saya pun diarahkan ke ujung koridor, tempat sepasang pintu kembar besar terbuka, menampakkan vestibule remang dengan sebuah sepeda Schindelhauer yang terparkir manis. Dengan luas 160 meter persegi, The Loft menjadi unit pertama yang kami sambangi sore itu.

25hours hotel the oddbird
Ruang santai dan makan dalam balutan langgam Industrial.
25hours hotel the oddbird
Kamar mandi utama di The Loft.

Desain interiornya berkiblat pada estetika industrial yang kerap diasosiasikan dengan apartemen bergaya loft di New York. Kombinasi dinding bata ekspos dan parket herringbone menandai desain tersebut. Sepintas, ruang ini mengingatkan saya pada sebuah atelir seni. Area makan dan bersantai menempati sudut gedung, lengkap dengan whatnot shelf berukuran jumbo, meja makan untuk delapan orang, HDTV, recliner bergaya Mid-Century Modern, hingga meja rolet antik—detail kecil yang mempertegas karakter jenaka khas 25hours.

Area tidur utama terasa lebih formal dengan balutan panel kayu. Pernak-pernik seperti telepon engkol dan pengeras suara Bluetooth bergaya lawas tetap hadir sebagai aksen. Kamar mandinya dilengkapi oversized tub dan pancuran multi-outlet untuk pengalaman mandi yang memanjakan. Namun secara pribadi, pojok baca di samping jendela besar menjadi tempat favorit saya. Sebuah ruang sunyi untuk menikmati Jakarta dari ketinggian.

Baca juga: Hotel Review: 25hours Hotel Jakarta The Oddbird

Sayangnya, kami hanya sempat mengintip The Loft dalam kunjungan tersebut. Meski demikian, salindia di televisi unit memperlihatkan unit griya tawang lainnya: The Proper One. Sesuai namanya, unit ini mengusung narasi visual yang lebih formal. Langgam modern klasiknya memadukan rona hijau zamrud dan aksen cokelat keemasan yang terasa elegan.

25hours hotel the oddbird
Area santai di unit The Proper One.

The Proper One hadir lebih besar dengan luas 192 meter persegi. Denah berbentuk huruf “L” menjanjikan panorama kota yang lebih luas. Fasilitasnya serupa dengan The Loft, tetapi ditambah sebuah baby grand piano—cukup untuk menggelar pesta kecil atau bahkan konser intim bersama sahabat.

Bar di Tengah
Griya tawang bukanlah satu-satunya tambahan baru di 25hours Hotel The Oddbird. Peluncurannya turut menandai debut Bar-i, wadah kongko anyar yang menghadirkan pilihan koktail artisanal dalam suasana yang lebih privat.

Dari sisi desain, Bar-i terasa lebih dekat dengan The Proper One. Panel dinding berwarna cokelat dan burgundi berpadu dengan karya-karya pop art yang menghiasi ruang. Uniknya, bar ini berada di antara kedua penthouse dan dapat diakses langsung dari masing-masing unit, memungkinkan penginap menyewanya untuk perhelatan privat.

Lewat kedua griya tawang dan Bar-i, 25hours Hotel The Oddbird—secara harfiah maupun kiasan—membawa kemewahan ke tingkat yang lebih tinggi. Di tengah Jakarta yang selalu sibuk, ruang-ruang seperti ini menjadi pengingat bahwa terkadang, kemewahan terbesar adalah memiliki waktu dan tempat untuk merayakan hidup.Rachman Karim

Calendar of Events

Balinale 2026

Perayaan film global tahunan berkualifikasi Academy Awards. 1-7 Jun 2026

The Meru Eco Tourism Week 4th Edition

Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026

Art Jakarta Gardens 2026

Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026

See More