Pameran Seni Media Baru di Nuanu Creative City
Terra Nexus akan menjadi sorotan utama Art & Bali 2025.
Ketika diumumkan tahun lalu bahwa Thailand akan menjadi tuan rumah Tomorrowland, reaksi yang muncul nyaris serempak. Dunia musik elektronik terkejut, sementara Asia Tenggara bersiap menyambut momen penting. Untuk pertama kalinya, festival musik elektronik legendaris asal Belgia ini akan digelar di Asia, menandai babak baru dalam peta global budaya festival.
Perjalanan menuju realisasi memang tidak singkat. Setelah melalui berbagai spekulasi dan proses administratif, termasuk persetujuan dari badan legislatif negara, Tomorrowland Thailand akhirnya resmi mendapat lampu hijau. Pihak penyelenggara telah mengonfirmasi bahwa festival ini akan berlangsung pada 11–13 Desember 2026, sebuah tanggal yang kini menjadi penanda penting bagi kalender hiburan kawasan.
Kolaborasi strategis menjadi fondasi penyelenggaraan. Tomorrowland bekerja sama dengan pemerintah Thailand serta Tourism Authority of Thailand (TAT), memperkuat posisi festival ini bukan hanya sebagai acara musik, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah ini sejalan dengan ambisi Thailand untuk menempatkan dirinya sebagai destinasi gaya hidup dan hiburan kelas dunia.
Lokasi yang dipilih pun mencerminkan skala ambisi tersebut. Wisdom Valley di Pattaya, area seluas sekitar 95 hektare, akan disulap menjadi lanskap festival yang impresif. Beragam panggung ikonis Tomorrowland akan hadir, termasuk CORE Stage dan Freedom Stage, yang untuk pertama kalinya melakukan debut di Thailand. Selain itu, penyelenggara juga menjanjikan konsep khusus yang dirancang eksklusif untuk edisi Thailand, sebuah interpretasi lokal dari dunia fantasi Tomorrowland yang dikenal teatrikal dan detail.—Ben Dharma
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026