Merek keramik premium asal Bali ini merayakan 50 tahunnya dengan pesta dan diskon.

Jenggala, salah satu merek keramik premium Bali, tahun ini merayakan 50 tahun perjalanan. Kisahnya bermula pada 1976 sebagai pembuat peralatan makan untuk restoran dan bungalo Hotel Tandjung Sari di Sanur, melalui kolaborasi Wija Waworuntu, pendiri hotel, dan pembuat keramik asal Selandia Baru, Brent Hesselyn.

Dari studio kecil di Batujimbar, Sanur, Jenggala berkembang seiring pertumbuhan industri perhotelan dan pariwisata Bali. Ade Waworuntu, putri Wija, kemudian bergabung dan kini menjabat sebagai Presiden Direktur. Pada 1999, Jenggala berpindah ke fasilitas yang lebih besar di Jimbaran, lengkap dengan toko, galeri, dan kafe.

Nama Jenggala merujuk pada kerajaan kuno di Jawa Timur yang dikenal melalui aktivitas perdagangan. Sementara logonya yang berbentuk mandala menampilkan motif cili khas Bali, yang juga dikenal sebagai simbol Dewi Sri.

Wija dan Ade Waworuntu.

Lima dekade kemudian, Jenggala didukung lebih dari 150 perajin dan telah menghasilkan lebih dari 7.000 desain serta ratusan variasi warna glasir. Karyanya kini hadir di restoran, hotel, area kebugaran, dan kediaman pribadi di berbagai negara.

“Kreativitas kami bermula dari inspirasi yang kemudian diwujudkan melalui keterampilan dan tangan para perajin kami. Tim kami merupakan bagian tak terpisahkan dari kisah dan merek Jenggala. Tanpa orang-orang kami, Jenggala tidak akan pernah ada,” ujar Ade.

Patra Punggel Collection, salah satu koleksi spesial 50 tahun Jenggala.

Kualitas Jenggala juga memperoleh pengakuan internasional. Pada 2010, koleksi Kendi dan Rantang bergaya modern menerima UNESCO Award of Excellence for Handicrafts. Koleksi Frangipani memenangkan INACRAFT Best Prize, sementara pada 2016 Forbes memasukkan Jenggala ke daftar Rising Global Star Brands. Jenggala juga berkolaborasi dengan sejumlah seniman, termasuk perajin keramik Jepang Tomoko Konno.

Komitmen Jenggala turut mencakup kontribusi sosial dan lingkungan, termasuk instalasi seni dinding karang sepanjang 22 meter bersama Courtney Mattison di Coral Triangle Center serta dukungan kepada Yayasan Bali Pink Ribbon melalui koleksi Sokasi.

Kiri: Ade Waworuntu sekarang. Kanan: Mendiang Brent Hesselyn.

Perayaan 50 tahun akan mencapai puncaknya pada 26 September 2026 melalui malam bertema “Pasar Malam” di gerai utama Jenggala di Jimbaran. Dalam kesempatan tersebut, Jenggala menawarkan diskon 50% untuk sejumlah koleksi klasik, termasuk Patra Punggel, Classic, dan Cloud.

“Merayakan 50 tahun Jenggala berarti merayakan kehidupan mendiang ayah saya, Wija, dan mendiang Brent Hesselyn, serta semua orang yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Jenggala, sejak hari pertama hingga saat ini,” ujar Ade.Yohanes Sandy

Calendar of Events

PESTAPORA 2026

Festival musik antargenerasi dengan lebih dari 80 penampil. 25-27 Sep 2026.

Tiffany Young – Edge of Calm Tour

Momen musikal yang hangat bersama sang idola. 19 Sep 2026.

Celebrate Wellness 2026

Ajang kebugaran tahunan dari The Westin Resort Nusa Dua, Bali. 12 Sep 2026.

See More