Debut Red Bull Dance Your Style di Indonesia
Malam final akan dilangsungkan di Anjungan Sarinah di Jakarta Pusat.
Penulis Amerika Serikat dan pemenang penghargaan Nobel tahun 1949 dalam ranah literatur, William Faulkner, pernah mengatakan, “The past is never dead. It’s not even past.” Masa lalu tak pernah mati; ia bahkan tidak berlalu. Meski sederhana, kutipan tersebut terasa kontemplatif: masa lalu selalu punya cara menampilkan dirinya saat ini dan di masa depan.
Premis ini sejalan dengan Rajata Hakim yang mengeksplorasi lebih jauh hubungan masa lalu dan masa kini dalam ekshibisi seni solonya. Bertajuk TERLIHAT / TERASA, pameran ini secara spesifik menilik bagaimana kisah atau pengalaman pribadi dikenang dan diekspresikan melalui tubuh sebagai identitas diri. Rajata sendiri merupakan seorang seniman multidisipliner yang pernah mengenyam pendidikan di berbagai institusi unggul, termasuk University of British Columbia di Kanada.

Dikurasi oleh Melissa Sunjaya, TERLIHAT / TERASA menaungi kolektif lukisan potret yang dipajang dalam satu bidang visual sebagai jantung pengalaman. Potret-potret tersebut dilukis di atas kalkir translusen sehingga bagian yang tidak dilukis dapat menampilkan latar di belakangnya. Rekaman suara setiap sosok diputar, masing-masing mendeskripsikan dirinya. Uniknya, meski rekaman dan potret ditempatkan bersamaan, para pengunjung tidak dapat mengetahui pasti wajah dari pemilik suara tersebut.
Baca juga: Mengulik Ingatan Material dalam UNBOUND: Resonating Light

Selain potret, ekshibisi juga menghadirkan wearable art dengan lukisan wajah pada permukaannya, menawarkan warna baru dalam menikmati seni. Terbuka untuk umum, pameran ini berlangsung dari 29 Agustus hingga 27 September 2026 di ARTsphere Gallery Jakarta.
TERLIHAT / TERASA hadir sebagai undangan untuk mengingat kembali bagaimana ingatan dan pengalaman membentuk seseorang, termasuk caranya memandang dan memahami dirinya. Di luar itu, ia menyelipkan satu pengingat kecil di tengah dunia yang kerap penuh prasangka: bahwa sejatinya, apa yang terlihat tak selalu menggambarkan apa yang tersembunyi di baliknya.—Rachman Karim