Tinggal Selangkah Lagi, Thailand Akan Kembali Ilegalkan Ganja
Kelak, ganja di Thailand dilarang dikonsumsi untuk keperluan rekreasi.
Foto utama: Phang Han Ting/Wikimedia Commons
Kabar baik bagi mereka yang kerap bolak-balik Kuala Lumpur–Johor Bahru, entah untuk urusan kerja, liburan singkat, atau sekadar ganti suasana akhir pekan. Mulai 12 Desember 2025, operator kereta nasional Malaysia, KTM, resmi mengoperasikan kereta listrik (ETS) yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Johor Bahru—menawarkan alternatif perjalanan yang lebih efisien dibandingkan bus atau mobil pribadi.
Melaju dengan kecepatan rata-rata 140 kilometer per jam, perjalanan antarkota ini kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4,5 jam. Jauh lebih ringkas dibandingkan perjalanan darat yang kerap memakan waktu tujuh hingga delapan jam, terutama saat lalu lintas North-South Expressway sedang padat.

Seperti dilaporkan The Straits Times, rangkaian ETS Kuala Lumpur–Johor Bahru mampu mengangkut hingga 312 penumpang per perjalanan. Tiket tersedia dalam dua kelas, Gold dan Platinum. Di dalam kereta, penumpang dimanjakan dengan soket pengisian daya di setiap kursi, musala, toilet, serta gerbong restoran. Khusus kelas Platinum, kenyamanan ditingkatkan lewat ruang duduk yang lebih lega, sajian makanan, akses WiFi gratis, hingga sistem hiburan personal—detail kecil yang membuat perjalanan panjang terasa lebih bersahabat.
Keunggulan lain ETS terletak pada titik keberangkatannya. Baik KL Sentral maupun JB Sentral berada di jantung kota, sehingga penumpang tak perlu berjibaku dengan kemacetan menuju bandara. Mulai 1 Januari 2026, layanan ini akan beroperasi dengan empat jadwal keberangkatan dari Kuala Lumpur dan lima dari Johor Bahru. Tiket dapat dipesan melalui situs resmi KTM, dengan harga mulai dari 66 Ringgit Malaysia untuk sekali jalan.—Rachman Karim
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026