6 Listening Bar di Jakarta
Lebih dari minuman, berbagai bar ini juga menunjukkan cara terbaik mengapresiasi musik.
Euforia Piala Dunia FIFA 2026 mungkin segera berlalu, tetapi gairah terhadap sepak bola dunia belum menunjukkan tanda-tanda usai. Bagi banyak penggemar, sepak bola bukan sekadar pertandingan selama 90 menit, melainkan bagian dari budaya yang melintasi generasi dan batas negara.
Untuk pertama kalinya, FIFA Museum membawa koleksi dan pengalaman interaktifnya ke Asia Timur melalui museum temporer yang dibuka di kawasan Causeway Bay, Hong Kong. Berlangsung hingga 28 November 2026, pameran ini memberi kesempatan bagi para pencinta sepak bola untuk menelusuri sejarah olahraga paling populer di dunia tanpa harus terbang ke markas permanennya di Zurich, Swiss.


Menempati area seluas sekitar 557 meter persegi, museum ini dirancang oleh tim kreatif yang sama di balik FIFA Museum di Zurich. Pengunjung diajak menyusuri perjalanan sepak bola dunia melalui koleksi autentik, instalasi multimedia, dan pengalaman interaktif yang dirancang agar dapat dinikmati semua kalangan.
Salah satu instalasi yang paling mencuri perhatian adalah The Rainbow, dinding monumental yang menampilkan jersey dari seluruh 211 asosiasi anggota FIFA. Lebih dari sekadar pajangan, instalasi ini menjadi simbol bagaimana sepak bola mampu menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan bahasa di bawah satu permainan yang sama.
Baca juga: Taman Hiburan Klub Sepak Bola Real Madrid Resmi Dibuka
Selain koleksi jersey, FIFA Museum Hong Kong juga menghadirkan berbagai artefak asli dari Zurich, mulai dari trofi, memorabilia bersejarah, hingga dokumentasi perjalanan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Beragam instalasi multimedia turut menghidupkan kembali momen-momen yang telah membentuk sejarah Piala Dunia FIFA, memungkinkan pengunjung merasakan kembali atmosfer pertandingan legendaris yang selama ini hanya disaksikan melalui layar.

Khusus untuk edisi Hong Kong, museum ini menawarkan sejumlah pengalaman interaktif yang membuat kunjungan terasa semakin imersif. Pengunjung dapat menguji refleks sebagai penjaga gawang dalam simulasi adu penalti, mencoba mengambil keputusan sebagai wasit, hingga merasakan tekanan saat menjadi eksekutor penalti. Museum ini juga dilengkapi ruang bioskop yang memutar film dokumenter The Final dan The Path of Champions, yang mengulas perjalanan Piala Dunia FIFA dan FIFA Women’s World Cup dari berbagai sudut pandang.
Bagi para kolektor maupun pencinta memorabilia, museum ini menjadi destinasi yang sulit dilewatkan. Berbagai jersey milik legenda sepak bola dunia seperti Pelé, Diego Maradona, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Sun Wen, hingga Alex Morgan dipamerkan dalam satu ruang. Menambah nilai historisnya, legenda sepak bola Italia Marco Materazzi yang hadir pada pembukaan museum pada Mei 2026 turut menyumbangkan sepatu yang dikenakannya saat tampil di Piala Dunia.—Monika Febriana
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul