3 Destinasi Seni Budaya Rekomendasi Ida Lawrence
Salah satunya berdiri di Jawa Tengah.
Bali baru saja jadi rumah sementara bagi ratusan master tailor se-Asia. Selama enam hari, dari 31 Agustus hingga 5 September 2026, pulau ini menjadi tuan rumah Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors (FAMT) dengan Indonesia Master Tailor Association (IMTA) sebagai tuan rumah. Acara ini mempertemukan lebih dari 100 master tailor dan 200 tamu dalam rangkaian kompetisi, seminar, dan berjejaring.
FAMT rutin berpindah kota setiap tahun sebagai ruang bertukar ilmu sekaligus adu keterampilan. Tahun ini giliran Indonesia jadi tuan rumah—kesempatan sekaligus untuk memperkenalkan komunitas bespoke tailoring Tanah Air yang selama ini bekerja senyap di balik layar industri mode.
Rangkaian acara padat: International Master Tailor Cutting Competition, Judging Competition, Judging Mannequin Competition, Golden Fingers Competition, hingga Menswear Dressing Competition—ditutup dengan Fashion Show & Awards Ceremony yang meriah. Tapi di balik gunting dan jarum yang beradu cepat, kongres ini sebetulnya soal sesuatu yang lebih bermakna: proses membuat setelan bespoke yang menuntut ketelitian, jam terbang, dan kepekaan tangan tinggi.

Baca juga: 7 Hotel Besutan Rumah Mode Dunia
Semangat itu sejalan dengan sejarah IMTA sendiri. Berdiri sejak dekade 1960-an, asosiasi ini menjaga tradisi jahit-menjahit Indonesia tetap hidup, sekaligus jadi jembatan ke jaringan tailor profesional se-Asia lewat FAMT.

Selama kongres berlangsung, para delegasi menginap di Hilton Bali—basis yang memadukan agenda kerja dengan jeda menikmati Bali di luar jam kompetisi, dari keramahan lokal hingga suasana yang selama ini jadi daya tarik pulau ini bagi tamu mancanegara.
Bagi IMTA, kongres ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadirannya di Bali jadi panggung untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan cuma pasar besar bagi busana custom, tapi juga rumah bagi komunitas profesional yang serius menjaga keahlian bespoke tailoring tetap relevan.
TFL Paper adalah partner media untuk Kongres ke-29 Federation of Asian Master Tailors (FAMT).