August Jakarta Raih Penghargaan Prestisius dari Asia’s 50 Best Restaurants
Kurang dari dua tahun beroperasi, restoran August di Jakarta mendapatkan pengakuan sebagai restoran dengan kualitas cemerlang di Asia.
Di persimpangan Clemenceau Avenue dan Penang Road, hanya beberapa langkah dari Orchard Road, berdiri sebuah bangunan yang seolah menolak larut dalam ritme modern Singapura. Di tengah deretan gedung kaca dan beton, fasadnya tampil mencolok dengan arsitektur tradisional Tiociu, lengkap dengan ukiran bermotif hewan yang menghiasi atap. Dibangun pada dekade 1880-an, House of Tan Yeok Nee merupakan satu-satunya bangunan yang masih bertahan dari kolektif bersejarah Four Grand Mansions of Singapore.
Meski jarang masuk daftar destinasi wisata arus utama, bangunan ini menyimpan jejak sejarah yang kaya. Dahulu merupakan kediaman saudagar terkemuka Tan Yeok Nee, properti ini diakui sebagai bangunan bergaya Tiociu tradisional terakhir yang masih berdiri di Singapura. Dalam perjalanan waktunya, ia pernah berfungsi sebagai sekolah biara dan aula pengobatan sebelum akhirnya berada di bawah pengelolaan Karim Family Foundation. Kini, statusnya sebagai monumen nasional semakin hidup berkat kehadiran sejumlah ruang publik, termasuk Bar Kap, salah satu bar terbaru yang tengah mencuri perhatian di Singapura.

Resmi dibuka pada pertengahan Mei 2026, Bar Kap menjadi ruang di mana seni miksologi berpadu dengan warisan budaya Tiociu. Atmosfernya terasa tenang dan elegan meskipun tetap menyimpan energi yang dinamis. Menariknya, bar ini tidak hanya berfokus pada koktail. Teh—minuman yang begitu lekat dengan budaya Tionghoa—juga mendapat porsi istimewa sebagai bagian dari pengalaman bersantap dan bersosialisasi.
Baca juga: Bekas SMA di Singapura Jadi Destinasi Gaya Hidup Baru
Di jantung bangunan, The Main Hall menghadirkan ruang yang lapang dengan perpaduan arsitektur tradisional dan sentuhan kontemporer yang bersih. Sebuah meja komunal berbentuk huruf “T” menjadi pusat aktivitas, ideal untuk menikmati secangkir teh pada sore hari atau segelas koktail ketika malam tiba. Bagi yang menginginkan suasana lebih privat, The Carriage Room menawarkan deretan booth yang lebih intim.


Bar Kap juga memiliki dua ruang berkonsep unik. The Chamber menghadirkan pengalaman miksologi yang terinspirasi dari proses meracik obat tradisional, di mana setiap koktail disusun layaknya sebuah ramuan. Sementara itu, Jing Studio mengajak tamu menikmati ritual minum teh secara lebih kontemplatif melalui kurasi daun teh dari Yunnan, Taiwan, hingga Pegunungan Cederberg di Afrika Selatan.
Menu koktailnya terbagi ke dalam empat koleksi yang masing-masing terinspirasi dari fase kehidupan House of Tan Yeok Nee. Seri Kapitan menampilkan karakter rasa yang berani, terinspirasi dari sosok Tan Yeok Nee pada masa kejayaannya, sedangkan seri Order menawarkan profil yang lebih lembut dan reflektif. Pengalaman itu dilengkapi dengan sajian Peranakan modern, mulai dari Mee Kapitan bercita rasa mala hingga ice cream sandwich khas Bar Kap, menciptakan destinasi yang memadukan sejarah, desain, dan gastronomi dalam satu alamat yang layak disambangi saat menjelajahi Singapura.
House of Tan Yeok Nee, 101 Penang Road, Singapura; barkap.sg.—Rachman Karim
Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul