Kenali risiko kualitas udara terkini dan langkah mitigasi bencana yang bisa langsung kamu lakukan.

Foto utama: Gustavo Fling/Pexels

Dalam satu-dua bulan terakhir, langit Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja. Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah, terutama Kalimantan, meninggalkan jejak buruk bagi lingkungan sekaligus kesehatan warga sekitar. Dilansir dari Kompas, Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Juli–Agustus 2026, dengan jumlah penderita menembus 50.000 jiwa—angka yang bikin isu kualitas udara makin sulit diabaikan.

Dampaknya pun tak berhenti di dalam negeri. Aljazeera melaporkan kabut asap dari kebakaran hutan Kalimantan sudah merambah Singapura, Malaysia, dan Brunei sejak awal Agustus. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN bahkan mengeluarkan peringatan kabut asap level tiga—status tertinggi—untuk kawasan Asia Tenggara sejak 26 Agustus 2026.

Belum sempat mereda, giliran bencana lain datang bertubi-tubi. Sejak 4 September 2026, Gunung Anak Krakatau erupsi dan memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah kawasan di Jawa dan Sumatra. Beberapa gunung api lain pun ikut menampakkan aktivitas tak biasa. Menurut Detik News, Gunung Semeru, Sinabung, Ibu, Ili Lewotolok, dan Lewotobi Laki-Laki kini berstatus Level III alias siaga.

Bukan Abu Biasa
Efek sebaran abu vulkanik dan jatuhan piroklastik sudah terasa nyata beberapa hari terakhir. Sektor penerbangan kena imbas langsung lewat pembatalan jadwal dan penutupan sementara sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung. Sebagian warga mulai mengeluhkan sesak napas dan iritasi saluran pernapasan—tanda bahwa ini bukan sekadar debu biasa yang bisa disapu lalu dilupakan.

abu vulkanik
Anak Krakatau. Lord Mountbatten/Wikimedia Commons.

Kandungannya pun tak main-main. Menurut Happy Christin Natalia, S.T., M.T., ahli vulkanologi sekaligus dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatra, abu vulkanik terbentuk dari unsur-unsur seperti aluminium dan silika—material yang sama dengan penyusun magma.

Bahayanya bukan cuma dari kandungan kimianya, tapi juga bentuk fisiknya. Meski berukuran mikro, partikel abu vulkanik punya sudut tajam dan sifat korosif yang bisa melukai saluran pernapasan saat terhirup atau mengiritasi mata. Dalam artikel BBC, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik bisa bervariasi—mulai dari iritasi tenggorokan dan sakit kepala, hingga gangguan pencernaan serta kekurangan oksigen parah atau asfiksia.

Kembali Bermasker
Sejumlah institusi pendidikan dan kantor sudah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh serta kebijakan work-from-home—mengingatkan kita pada rutinitas yang sempat akrab beberapa tahun lalu. Namun, bagi yang masih harus beraktivitas di luar rumah, kewaspadaan ekstra jadi kunci. Langkah pertama dan paling mendasar: kenakan masker berkualitas, idealnya jenis N95 atau KN95.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI turut membagikan sejumlah kiat tambahan untuk menjaga diri selama masa siaga ini. Hindari bepergian jika tidak mendesak. Pastikan jendela dan pintu rumah tertutup rapat untuk meminimalkan abu yang masuk. Selalu tutup makanan dan minuman agar terhindar dari kontaminasi. Bagi pemilik kendaraan, memasang car cover juga jadi langkah perlindungan yang layak dipertimbangkan.

abu vulkanik
Kenakan masker saat harus meninggalkan rumah. August de Richelieu/Pexels.

Cara membersihkan rumah dan kendaraan pun perlu diperhatikan. Siram permukaan dengan air terlebih dahulu sebelum dilap, guna merontokkan partikel abu yang menempel—sebab kandungan silika yang korosif berisiko menggores permukaan jika langsung digosok kering. Di tengah situasi ini, menjaga kondisi tubuh tetap jadi prioritas: konsumsi makanan bergizi, lengkapi dengan suplemen dan vitamin, serta kelola tingkat stres dengan baik.

Erupsi beberapa gunung berapi yang terjadi hampir bersamaan ini jadi pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk mengejutkan kita. Tapi tak ada kata terlambat untuk mulai bersiap dan melindungi diri serta orang-orang terdekat, sembari berharap rentetan bencana ini segera mereda.Rachman Karim

Calendar of Events

PESTAPORA 2026

Festival musik antargenerasi dengan lebih dari 80 penampil. 25-27 Sep 2026.

Tiffany Young – Edge of Calm Tour

Momen musikal yang hangat bersama sang idola. 19 Sep 2026.

Celebrate Wellness 2026

Ajang kebugaran tahunan dari The Westin Resort Nusa Dua, Bali. 12 Sep 2026.

See More