Dari bengkel koper hingga restoran asuhan koki berbintang Michelin dalam satu atap.

Berawal sebagai malletier atau pembuat koper pada 1854, Louis Vuitton menjelma menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam semesta adibusana. Dalam satu dekade terakhir, ekspansinya bahkan melampaui fesyen dengan merambah dunia kuliner, perhotelan, hingga pengalaman budaya. Jejak terbarunya hadir di jantung Seoul melalui Louis Vuitton Visionary Journeys Seoul (visionary-journeys-seoul-lv.com), sebuah skenografi multilevel yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan rumah mode Prancis ini selama lebih dari 170 tahun.

Diresmikan pada Desember lalu, pameran ini menempati LV The Place Seoul di Shinsegae The Reserve. Ruang-ruangnya dirancang oleh Shohei Shigematsu dari OMA, sosok di balik sejumlah proyek Louis Vuitton di Asia. Peresmiannya pun bertabur bintang, dari Lisa BLACKPINK dan J-Hope BTS hingga Jung Hoyeon dari Squid Game.

Perjalanan dimulai di Trunkspace Room, sebuah terowongan futuristis yang dipenuhi boîte chapeau atau kotak topi ikonik Louis Vuitton, sebelum membawa pengunjung ke tangga spiral berlapis layar LED dinamis. Di Origins Room, kisah rumah mode ini dirangkai dalam enam babak, mulai dari lahirnya kanvas Monogram pada 1896 hingga eksplorasi material legendaris seperti Epi Leather. Bagian Transports dan Expeditions menjadi pengingat bahwa DNA Louis Vuitton sejak awal memang berakar pada seni bepergian, mulai dari koper untuk perjalanan kereta api hingga ekspedisi lintas benua. 

louis vuitton visionary journeys seoul
Origins Room.
louis vuitton visionary journeys seoul
Music Room.

Baca juga: Le Café Louis Vuitton Seoul, Destinasi Kuliner Baru

Seni hidup khas Prancis turut dirayakan lewat Watches Room dan Picnic Room yang dipenuhi trunk portabel, serta perlengkapan bersantap di alam terbuka. Sementara itu, Personalisation Room menampilkan tradisi bespoke yang memungkinkan pelanggan menambahkan inisial atau motif personal—layanan yang telah menjadi ciri khas Louis Vuitton sejak abad ke-19. Di Workshop Room dan Testing Room, pengunjung diajak menengok dunia artisanal di balik layar. Material kulit, pelat kuningan, hingga mesin penguji ketahanan bernama Louise dipamerkan. Ruang lain tak kalah menarik: Icons Room yang menyoroti evolusi produk kulit, Monogram Room sebagai tribut bagi motif legendaris sang rumah mode, serta Fashion Room yang memamerkan karya para direktur artistik visioner seperti Marc Jacobs dan Virgil Abloh. 

Perjalanan ditutup dengan pengalaman gastronomi. Le Café Louis Vuitton menghadirkan kreasi pastri dari Maxime Frédéric, sementara JP at Louis Vuitton— dipimpin Junghyun Park, koki peraih dua bintang Michelin—menawarkan dialog rasa Korea dan Prancis lewat menu seperti kepiting biru kecap, lobster dengan gochujang, hingga hanwoo tenderloin. Terbuka gratis untuk umum, Louis Vuitton Visionary Journeys Seoul membuktikan bahwa kemewahan masa kini tak lagi berhenti pada belanja. Ia hadir sebagai pengalaman budaya yang merangkul desain, sejarah, dan seni menikmati hidup.—Rachman Karim

 Artikel ini dimuat di TFL Paper Print Vol. 3.

Calendar of Events

PESTAPORA 2026

Festival musik antargenerasi dengan lebih dari 80 penampil. 25-27 Sep 2026.

Tiffany Young – Edge of Calm Tour

Momen musikal yang hangat bersama sang idola. 19 Sep 2026.

Celebrate Wellness 2026

Ajang kebugaran tahunan dari The Westin Resort Nusa Dua, Bali. 12 Sep 2026.

See More