TFL Travel Club: Bali Edition, Merangkai Persahabatan Insan Pariwisata di Pulau Dewata
Menguatkan jejaring industri gaya hidup dan pariwisata melalui sebuah pertemuan eksklusif.
Dongeng biasanya hanya menjadi kisah yang kita tonton atau dengar, baik di layar televisi, di buku cerita, atau dalam lagu yang kita hafal sejak kecil. Namun, di Disney Adventure (disneycruise.disney.go.com), dongeng itu terasa hidup.
Awal Maret, saya mengikuti pelayaran perdana kapal pesiar tematik ini dari Singapura. Saat kapal mulai meninggalkan Marina Bay Cruise Centre dan laut terbuka menggantikan garis kota di cakrawala, pengalaman terasa seperti melangkah masuk ke cerita yang selama ini hanya dibayangkan. Begitu menginjakkan kaki di atas kapal, para awak Disney menyambut setiap tamu dengan tepuk tangan hangat. Dengan kapasitas hingga sekitar 6.700 penumpang, Disney Adventure terasa seperti kota kecil yang terapung di laut, lengkap dengan panggung pertunjukan, restoran, taman bermain, hingga sudut-sudut kejutan yang perlahan terungkap sepanjang perjalanan.

Namun, pengalaman di kapal ini tidak berhenti di panggung. Karakter Disney benar-benar “hidup” di berbagai penjuru kapal, menghadirkan atmosfer yang terus bergerak. Anak-anak menjelajahi Disney’s Oceaneer Club, sementara keluarga berkumpul di Toy Story Place—area bermain air dengan Woody & Jessie’s Wild Slides yang membuat dek kapal terasa seperti taman hiburan di tengah samudra. Bagi tamu dewasa, ritmenya berbeda. Di Marvel Landing, roller coaster Iron Cycle Test Run— yang pertama di armada Disney Cruise Line— meluncur di atas dek dengan latar laut terbuka, menghadirkan sensasi yang tak biasa: adrenalin dan horizon yang tak bertepi.
Baca juga: Penjualan Tiket Kapal Pesiar Disney Adventure Sudah Dibuka
Soal makanan, pengalaman bersantap di kapal ini terasa seperti pesta yang tak pernah benar-benar selesai. Siang hari, piza dan es krim lembut tersedia tanpa henti di dek kolam. Saya bahkan kembali hanya untuk churros waffle berbentuk kepala Mickey—detail kecil yang terasa menyenangkan. Pilihan kulinernya luas, dari hidangan India di Mowgli’s Eatery, kebab di Cosmic Kebabs, hingga teh susu dan minuman boba di Bewitching Boba and Brews.


Di tengah semua aktivitas, kamar menjadi ruang untuk menarik napas. Dirancang untuk perjalanan multigenerasi, kamar di Disney Adventure memungkinkan keluarga dan teman bepergian bersama tanpa kehilangan kenyamanan. Pagi pertama menjadi salah satu momen paling membekas: tirai dibuka, cahaya matahari memantul di Laut Cina Selatan, dan kapal terus bergerak pelan, seolah waktu ikut melambat. Malam hari, cerita berlanjut di Walt Disney Theatre. Salah satu produksi yang paling menyentuh adalah Remember Me, pertunjukan eksklusif yang merangkai lagu-lagu Disney dalam satu narasi yang hangat dan familiar.
Menariknya, bahkan setelah pertunjukan usai, kapal ini tidak benar-benar tidur. Musik dari lounge masih terdengar, karaoke terus berlangsung, dan tamu berjalan santai di dek menikmati angin laut. Di tengah samudra, di bawah langit malam yang luas, Disney Adventure menjadi ruang di mana dongeng menemukan bentuknya—dan untuk beberapa hari, kami tidak sekadar menyaksikan, tetapi hidup di dalamnya.—Auli Cinantya
Artikel ini dimuat di TFL Paper Print Vol. 2.