ISA Art Gallery Jakarta Tutup 2025 dengan Pameran Tunggal Ida Lawrence
Hoarse Horse hadirkan seni kontemporer, bahasa, dan imajinasi hingga Februari 2026.
Foto utama: Yayoi Kusama
Dunia seni kontemporer kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruhnya. Yayoi Kusama, seniman asal Jepang yang dikenal sebagai “Ratu Polkadot”, wafat pada 14 Agustus 2026 di sebuah rumah sakit di Tokyo akibat gagal organ multipel. Kabar duka tersebut baru diumumkan pada 27 Agustus oleh pihak yang menaungi karyanya, memicu gelombang penghormatan dari pencinta seni di berbagai penjuru dunia.
Lahir di Matsumoto pada 1929, Kusama membangun karier selama lebih dari tujuh dekade dan menjelma menjadi salah satu seniman paling dikenal sekaligus dicintai di dunia. Motif polkadot yang repetitif, patung labu ikonik, hingga instalasi Infinity Mirror Rooms telah membawa jutaan orang memasuki dunia visualnya. Jejaknya pun sampai ke Indonesia, salah satunya melalui Great Gigantic Pumpkin yang berada di lobi lantai dasar mal Gandaria City di Jakarta Selatan.
Meski sang seniman telah tiada, sejumlah karyanya tetap hadir secara permanen di berbagai penjuru dunia. Bagi pencinta seni yang ingin mengenal lebih dekat warisan Yayoi Kusama, berikut beberapa karya yang masih dapat dikunjungi.
Matsumoto City Museum of Art, Nagano

Perjalanan mengenal Kusama dapat dimulai dari kota kelahirannya, Matsumoto. Di Matsumoto City Museum of Art, pengunjung dapat menemukan koleksi permanen karya sang seniman, termasuk The Visionary Flowers, instalasi bunga berukuran besar yang telah menyambut pengunjung sejak 2002. Nuansa Kusama bahkan terasa hingga ruang publik di sekitar museum. Polkadot menghiasi sejumlah elemen, dari mesin penjual otomatis hingga bangku taman, membuat perjalanan menuju museum terasa seperti memasuki dunia visualnya.
Pumpkin, Naoshima, Jepang

Salah satu karya Yayoi Kusama yang paling ikonik sekaligus paling banyak difoto, Pumpkin bertengger di ujung dermaga Pulau Seni, Naoshima, sejak 1994. Labu kuning bertotol hitam ini sempat rusak diterjang topan pada 2021, sebelum digantikan versi yang lebih kokoh pada 2022. Sementara itu, di Pelabuhan Miyanoura terdapat labu merah yang dapat dimasuki pengunjung dan tampil semakin dramatis ketika malam tiba.
Baca juga: 5 Museum Baru 2026
Museum Yayoi Kusama, Tokyo

Bagi yang ingin menyelami karya Kusama lebih jauh, Museum Yayoi Kusama di Tokyo layak masuk agenda perjalanan. Museum lima lantai di kawasan Shinjuku ini didedikasikan sepenuhnya untuk karya sang seniman dan menghadirkan dua pameran bergilir setiap tahun. Kunjungan membutuhkan perencanaan lebih awal karena tiket biasanya mulai dijual dua bulan sebelum tanggal kunjungan.
Infinite Accumulation, Liverpool Street Station, London

Karya Kusama tidak selalu hadir di ruang museum. Di tengah kesibukan Liverpool Street Station, London, terdapat Infinite Accumulation, instalasi publik berupa bola-bola baja reflektif yang membentang sekitar 100 meter dengan tinggi mencapai 10 meter. Diresmikan pada 2024 sebagai bagian dari Crossrail Art Programme, karya ini menjadi satu-satunya karya publik permanen Kusama di Inggris.
Flowers that Bloom in the Cosmos, Art Gallery of New South Wales, Sydney

Dipesan khusus untuk gedung Naala Badu yang dibuka pada Desember 2022, instalasi bunga bertitik raksasa ini nyaris mustahil untuk dilewatkan. Terpasang di teras galeri yang menghadap langsung ke Woolloomooloo Bay, karya ini menyala sepanjang siang dan malam. Bagi Kusama, dirinya dan setiap manusia adalah satu titik yang terhubung dengan titik-titik lain tanpa batas. Karya ini menjadi salah satu perwujudan paling literal dari gagasan tersebut.—Monika Febriana
Mempertemukan suasana pesisir Seminyak dengan hasil bumi Bedugul. 5-6 Sep 2026
Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul