New Bahru merangkul berbagai elemen gaya hidup dalam satu kluster.

Foto utama: Singapore Land Authority

Meski luas wilayahnya tak jauh berbeda dari Jakarta, Singapura nyaris tak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi kembali. Setiap beberapa tahun, selalu muncul kawasan baru yang menghidupkan wajah kota dengan cara berbeda. Pada Mei 2026, giliran New Bahru yang mencuri perhatian. Berlokasi di River Valley, hanya sekitar lima menit dari Clarke Quay, destinasi gaya hidup ini menempati bangunan bekas sebuah sekolah menengah dengan sejarah yang membentang hampir satu abad.

Digarap oleh Lo & Behold Group, perusahaan hospitality yang dikenal piawai menghidupkan ruang-ruang bersejarah, New Bahru dirancang sebagai one-stop lifestyle destination yang mempertemukan ritel, kuliner, wellness, seni, hingga edukasi. Kehadiran puluhan jenama lokal, serta karakter arsitektur sekolah yang masih dipertahankan menjadikannya salah satu destinasi paling fotogenik sekaligus paling banyak diperbincangkan di Singapura.

new bahru
New Bahru, destinasi gaya hidup baru di River Valley, Singapura. Singapore Land Authority.

Menariknya, nama New Bahru sendiri merupakan penghormatan terhadap budaya tutur masyarakat Singapura. Mengutip situs resminya, kata bahru—ejaan lama bahasa Melayu untuk “baru”—dipadukan dengan kata new, mencerminkan gaya reduplikasi yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat setempat.

Riwayat Akademik
Jejak bangunan New Bahru dapat ditelusuri hingga dekade 1940-an. Menurut Culturepaedia, repositori budaya Tionghoa Singapura, kompleks ini awalnya merupakan Nan Chiau Teachers’ Training School, institusi pendidikan yang didirikan komunitas Hokkian pada 1941. Saat pendudukan Jepang, bangunan tersebut sempat menjadi markas Dalforce, pasukan sukarelawan anti-Jepang yang beranggotakan para perantau Tionghoa.

Baca juga: Minggu Sore di Galeri Budaya Tionghoa Indonesia

Selepas perang, sekolah kembali beroperasi dengan nama Nan Chiau Girls’ High School. Era 1970-an menjadi masa keemasannya ketika jumlah siswa mencapai 2.692 orang. Untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut, kompleks sekolah diperluas menjadi lima lantai. Pada 1984, institusi ini berganti nama menjadi Nan Chiau High School sekaligus mulai menerima siswa laki-laki.

Menjelang akhir abad ke-20, jumlah murid terus menurun hingga sekolah akhirnya direlokasi ke kawasan Sengkang, sekitar 18 kilometer dari lokasi semula. Di tangan Lo & Behold Group, bangunan bersejarah ini kemudian mendapat kehidupan baru sebagai ruang yang menghubungkan kreativitas, komunitas, dan gaya hidup urban.

Semangat Kreatif
Meski menjalani transformasi besar, identitas Nan Chiau High School tidak lantas dihapus. Struktur arsitektur hasil perluasan pada era 1960-an tetap dipertahankan, kini dipercantik dengan balutan warna terakota dan krem yang hangat. Tipografi besar bertuliskan New Bahru pada fasad bangunan menjadi penanda visual yang langsung dikenali para pengunjung.

new bahru
Wajah New Bahru saat ini. Finbarr Fallon/New Bahru.
new bahru
R Y E, salah satu gerai fesyen di New Bahru. Marc Tan/Pupil Office.

Sekitar 60 jenama lokal mengisi setiap sudut kompleks. MAKE by GINLEE menawarkan fesyen made-to-order sebagai antitesis fast fashion. Atlas Kind menghadirkan produk berbahan ramah lingkungan, sementara The Missing Piece mengangkat warisan budaya Asia melalui koleksi busana dan aksesori kontemporer.

Baca juga: Reinkarnasi Rumah Jagal di Shanghai

Sisi kulinernya sama menariknya. Pilihannya membentang dari sajian lokal hingga hidangan Meksiko, Jepang, bahkan Padang. Somma Restaurant menjadi panggung bagi koki Mirko Febbrile untuk memperkenalkan cita rasa Puglia, sedangkan Bon Funk menawarkan koktail artisan dalam atmosfer retro. Pengalaman yang lebih intim hadir melalui San Shu Gong Private Dining, yang mengeksplorasi kuliner Tiociu dan Kanton.

new bahru
Crafune, pusat lokakarya kerajinan kulit. Singapore Land Authority.

Tren wellness pun mendapat ruang tersendiri. Pengunjung dapat mengikuti latihan CrossFit dan HYROX di Mobilus, kelas rhythm cycling di CRNK, hingga reformer pilates di Off Duty Pilates. Sementara itu, Hideaway dan Future Resonance menghadirkan pengalaman pemulihan tubuh dan pikiran yang melengkapi ritme urban Singapura.

Legasi Edukasi
Meski kini dikenal sebagai destinasi gaya hidup, New Bahru tidak melupakan akar pendidikannya. Berbagai ruang belajar tetap menjadi bagian penting dari ekosistemnya. Somma Lab menghadirkan kelas memasak bersama Mirko, The Potters’ Guilt menggelar lokakarya keramik untuk berbagai usia, sementara Kiztopia Prestige menyediakan ruang bermain edukatif bagi anak-anak.

new bahru
Salah satu area bermain anak di New Bahru. Lo & Behold.
new bahru
School Hall, ruang serbaguna bekas aula utama sekolah. New Bahru.

Seni pun menjadi napas yang menghidupkan setiap sudut bangunan. Instalasi BAHRU, puisi karya Pooja Nansi yang terpampang di tangga utama, menyambut setiap pengunjung sejak langkah pertama. Sementara itu, pameran Now Now menghadirkan enam karya fotografi berukuran besar yang merekam keseharian masyarakat Singapura dari perspektif yang intim.

Proyek adaptive reuse memang bukan hal baru di Singapura. Namun, New Bahru menunjukkan bahwa bangunan bersejarah tak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga diberi makna baru. Di sini, warisan pendidikan tetap hidup—bukan lagi melalui ruang kelas, melainkan lewat karya seni, semangkuk hidangan, kelas keramik, hingga percakapan yang lahir di antara para pengunjung.Rachman Karim

Calendar of Events

The Archipelago Table by William Wongso

Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags

Gastronomy Artistry Masahiko Kawano

Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul

Tuscan Dinner by Chef Luca Masini

Byrd House Bali mengajak para tamu menuju pesisir Tuscany. 26 Jun

See More