6 Pameran Seni di Jakarta
Dari Art Jakarta hingga pameran intim di galeri kontemporer.
Foto utama: By My Side karya Huang Yulong. Monika Febriana/TFL Paper
Art Jakarta Gardens 2026 resmi menutup penyelenggaraan edisi kelimanya pada 10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran. Tahun ini, pameran seni di luar ruangan tersebut hadir dengan format yang terasa semakin cair dan multidisipliner, memadukan lukisan, instalasi, patung, hingga pertunjukan musik dalam satu pengalaman seni urban di tengah lanskap hijau ibu kota.
Sebanyak 26 galeri turut berpartisipasi, termasuk lima galeri baru dari sejumlah negara di Asia. Salah satu area yang paling ramai dikunjungi adalah Sculpture Garden, yang menghadirkan 31 karya patung luar ruang dengan pendekatan visual yang beragam. Dari instalasi rajut raksasa hingga figur pop art berwarna mencolok, berikut sejumlah karya yang paling menyita perhatian selama Art Jakarta Gardens 2026 berlangsung.
The Mogus karya Mulyana
Instalasi The Mogus (Monster Gurita Sigarantang) menjadi salah satu magnet utama tahun ini. Karya hasil kolaborasi Mulyana—yang juga dikenal sebagai Mangmoel—bersama Bibit menghadirkan figur gurita rajut berukuran besar dengan warna-warna cerah khas sang seniman. Lewat sosok gurita yang mampu meregenerasi tentakelnya, karya ini berbicara tentang daya adaptasi, ketahanan, dan optimisme di tengah ketidakpastian global. Sebuah tema yang terasa dekat dengan kehidupan urban hari ini.

T-Rex karya Indra Lesmana
Di area Sculpture Garden, pengunjung turut disambut sosok T-Rex berlapis krom karya Indra Lesmana. Sekilas, karya ini tampak seperti balon raksasa mengilap yang memantulkan lanskap taman dan keramaian di sekitarnya. Namun sebenarnya, patung tersebut dibuat dari resin poliester dengan teknik chrome plating yang menciptakan ilusi visual reflektif. Selain versi monumental di luar ruang, karya ini juga hadir dalam format lebih kecil di area indoor.
Baca juga: Art Jakarta Papers 2026: Pameran Seni Kertas Pertama di Indonesia
Mandi Kembang karya Sugiri Willim
Berdiri mencolok di tengah taman, Mandi Kembang menjadi salah satu karya yang paling mudah dikenali. Patung karya Sugiri Willim ini menampilkan sosok anak perempuan yang tengah berendam di bak mandi merah metalik. Dengan pendekatan pop art yang ramai, ritual tradisional Indonesia diterjemahkan ulang menjadi visual yang terasa lebih ringan, kontemporer, dan dekat dengan generasi urban masa kini.

Lisa the Queen Cat karya Syakieb Sungkar
Berwarna cerah dengan tinggi sekitar satu meter, Lisa the Queen Cat menjadi salah satu titik favorit pengunjung untuk berfoto. Melalui figur kucing yang ekspresif, Syakieb Sungkar menghadirkan simbol cinta, persahabatan, dan rasa hangat—hal-hal sederhana yang sering kali ditemukan masyarakat urban melalui kehadiran hewan peliharaan mereka di tengah ritme hidup kota yang cepat.
The Space Boy karya Naufal Abshar
Di antara lanskap hijau Hutan Kota, figur astronot karya Naufal Abshar tampil mencuri perhatian dengan gaya visual khas komik. The Space Boy memperlihatkan sosok astronot seukuran manusia yang membawa koran bertuliskan Never Give Up. Lewat karya ini, Naufal menghadirkan pesan optimisme dan semangat bertahan di tengah dunia yang terus bergerak cepat dan penuh tantangan menciptakan sebuah dialog refleksi yang terasa relevan di tengah dinamika kehidupan modern.—Monika Febriana
Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026
Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026