Melihat Pentingnya Iptek dan Cinta di Wisma Habibie dan Ainun
“Pengetahuan tanpa cinta itu berbahaya, cinta tanpa pengetahuan itu tidak cukup."
Menyulap kamar hotel menjadi galeri seni temporer bukanlah hal baru dalam lanskap pameran seni di Indonesia. Namun, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird menghadirkan pendekatan yang terasa lebih eksperimental dalam melebur seni dan hospitality. Pada 15 April 2026, hotel bergaya kontemporer ini merayakan World Art Day—yang juga bertepatan dengan hari lahir Leonardo da Vinci—dengan sebuah format pameran yang tidak konvensional.
Lewat Room Art Fair 2026, 25hours Hotel Jakarta menggandeng Asosiasi Galeri Seni Indonesia, Kementerian Pariwisata Indonesia, serta Bank Rakyat Indonesia untuk menghadirkan pengalaman artistik yang lebih menyeluruh. Sebanyak 13 galeri seni berpartisipasi, menyulap kamar dan suite hotel menjadi ruang pamer yang hidup, mengaburkan batas antara ruang privat dan publik dalam konteks pengalaman menikmati karya seni.

Perjalanan dimulai dari lobi, di mana pengunjung disambut oleh karya-karya pilihan yang dikurasi oleh Zarani Risjad. Dari sana, eksplorasi berlanjut ke lantai 10, tempat kamar-kamar hotel berubah menjadi galeri kecil yang intim. Ragam karya yang ditampilkan mencerminkan spektrum praktik seni kontemporer, mulai dari diptik futuristik Fighter #6 & #5 karya Nurrachmat Widyasena hingga interpretasi grotesque karakter populer dalam karya Iabadou Piko—sebuah dialog antara budaya pop dan ekspresi artistik.
Medium yang dihadirkan pun beragam, melampaui lukisan konvensional. Di unit Extra Large Urban, Bistro Pantjo, instalasi berbentuk piring kotor lengkap dengan elemen organik karya Sillyndris “disajikan” di atas meja kopi, menghadirkan narasi domestik yang ironis. Sementara itu, Mujahidin Nurrahman mengisi kotak P3K dengan peluru dalam karya bertajuk The (R)aid, menyentuh isu yang lebih politis dengan pendekatan yang subtil tapi mengganggu.

Pendekatan non-ortodoks yang diusung Room Art Fair 2026 terasa selaras dengan karakter 25hours Hotel Jakarta The Oddbird yang menjadikan desain sebagai bahasa utama. Dalam konteks gaya hidup kreatif Jakarta, pameran ini menawarkan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga spasial. Ia mengajak pengunjung melihat ruang dengan cara yang berbeda. Pameran berlangsung dari 16 hingga 19 April 2026 dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk.
Peresmiannya sendiri digelar pada Kamis, 16 April 2026, dan dihadiri sejumlah figur penting, termasuk Titus Haridjati selaku Asisten Deputi Bidang MICE Kementerian Pariwisata serta Maya Sujatmiko dari Asosiasi Galeri Seni Indonesia.—Rachman Karim
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026