waatu Hidupkan Lanskap Kuliner di Ungasan
Restoran ini menafsirkan cita rasa sate Jepang lewat teknik arang, bahan premium, serta koktail khas.
Setelah bertahun-tahun dikenal lewat sajian internasional yang cenderung eklektik, Starfish Bloo di W Bali – Seminyak kini mengambil arah baru yang terasa lebih terkurasi dan relevan dengan lanskap kuliner modern Bali saat ini. Restoran tepi pantai yang populer dengan sesiSunday brunch tersebut memperkenalkan pendekatan kuliner Mediterania yang dipadukan dengan sentuhan Asia.
Pengenalan menu anyar ini diharapkan tidak mengalienasi, baik bagi tamu lama maupun pendatang baru. Sebaliknya, ia menawarkan pengalaman yang lebih terarah dan berkesan. Arah kuliner tersebut berakar pada tradisi Mediterania yang hangat dan komunal, lalu dilapisi pengaruh Asia yang kaya rasa. Hasilnya adalah rangkaian hidangan yang bermain di antara dua spektrum: kaya tapi ringan, akrab tapi tetap menyimpan kejutan.

Opsi menu yang dihadirkan pun cukup luas, mulai dari boga bahari segar seperti ceviche limeño hingga tiram Hokkaido, hingga olahan daging sapi premium yang dimasak dengan presisi. “Di Starfish Bloo, kami ingin melakukan pendekatan dari sisi yang berbeda, sesuatu yang lebih segar dan dinamis,” ujar Steven Peter, Executive Assistant Manager Food & Beverage and Culinary. “Evolusi ini merupakan bagian untuk meningkatkan pengalaman kuliner sembari tetap setia pada cita rasa yang kuat dan bahan-bahan berkualitas.”

Transformasi menu ini digarap oleh Jules Winckler, Executive Sous Chef, yang kembali ke W Bali – Seminyak dengan perspektif baru yang dibentuk oleh pengalaman global dan teknik memasak Prancis.
“Pendekatan saya dari dulu adalah tentang evolusi,” ungkap Jules. “Bekerja di berbagai tempat mengajarkan saya untuk beradaptasi, menyerap inspirasi dari tiap budaya, dan mengolahnya menjadi interpretasi personal. Di W Bali – Seminyak, ada energi kreatif yang terasa segar, dan fase ini fokus untuk mendorongnya lebih jauh. Hidangan yang kami sajikan kini terasa lebih ekspresif dan berlapis, dengan sentuhan modern tanpa mengorbankan rasa. Pada akhirnya, makanan harus terasa sama baiknya dengan tampilannya—dan cukup berkesan untuk diingat.”—Yohanes Sandy
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026