Ada Apa Saja di Art Jakarta Gardens 2025?
Deretan hal yang bisa ditemukan di pameran seni luar ruang tahunan ini.
Foto utama: Monika Febriana/TFL Paper
Selama ini, kertas kerap dipersepsikan sebagai medium yang sederhana—lekat dengan gambar dua dimensi, sketsa, atau lipatan origami. Namun di ranah seni kontemporer, kertas justru tampil sebagai medium yang lentur, ekspresif, dan sarat nilai artistik. Cara pandang inilah yang diusung oleh Art Jakarta Papers, pameran seni rupa berbasis kertas yang akan memulai debutnya pada 5–8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
Sebagai edisi perdananya, Art Jakarta Papers menghadirkan lebih dari 28 galeri dari Indonesia dan berbagai negara di Asia, menyoroti praktik seni yang menjadikan kertas sebagai medium utama, mulai dari gambar dan fotografi, hingga instalasi dan eksplorasi konseptual berskala besar. Kehadirannya menandai respons terhadap menguatnya praktik seni berbasis kertas di panggung global, dari pekan seni internasional hingga biennale dan pameran institusi terkemuka.
Di antara sorotan utama, instalasi monolitik karya Rudy Atjeh hasil kolaborasi dengan myBCA menjadi pernyataan visual yang kuat. Berbentuk pohon raksasa yang sepenuhnya terbuat dari kertas, karya ini merefleksikan metafora manusia, pertumbuhan, dan keberlanjutan—tema yang relevan dengan lanskap urban hari ini. Sementara itu, Sucor AM Corner menghadirkan instalasi interaktif bersama seniman Naufal Abshar, mengajak pengunjung menyelami dunia investasi lewat permainan catur yang dapat diakses lintas tingkat kemampuan.

Pameran ini juga menampilkan SPOT, area khusus untuk karya berskala besar dari sejumlah galeri peserta. Di antaranya adalah karya Iwan Effendi yang dipresentasikan oleh ara contemporary, serta karya kolektif fotografi Ruang MES 56 yang dibawa oleh Kohesi Initiatives. Menegaskan ragam pendekatan dan disiplin dalam seni berbasis kertas.
“Art Jakarta berharap acara ini dapat memperkuat, memperdalam, dan memperluas apresiasi serta pengetahuan pecinta seni, kolektor, dan masyarakat umum terhadap seni rupa kontemporer bermedium kertas,” ujar Enin Supriyanto, Direktur Artistik Art Jakarta Papers.
Art Jakarta Papers 2026 akan dibuka untuk tamu undangan pada Kamis, 5 Februari 2026 (15.00–21.00 WIB). Pameran dibuka untuk publik pada Jumat, 6 Februari 2026 (15.00–21.00 WIB), serta Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026 (11.00–21.00 WIB). Harga tiket dibanderol Rp150.000, dengan akses khusus bagi pelajar dan mahasiswa. Tiket tersedia melalui tix.id.
TFL Paper adalah partner media Art Jakarta Papers 2026.
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026