MONOPOLY Edisi Bali Resmi Dirilis
Sebuah edisi luar biasa yang diprediksi bakal laku keras di pasaran.
Sulit membayangkan perjalanan ke Roma tanpa singgah di Trevi Fountain. Melempar koin ke air mancur Barok ini telah lama menjadi ritual personal bagi para pelancong, sebuah gestur kecil yang sarat harapan dan kenangan. Setiap harinya, ikon kota ini didatangi sekitar 30 ribu pengunjung, menjadikannya salah satu titik paling padat sekaligus paling difoto di Roma.
Mulai 1 Februari 2026, pengalaman tersebut akan memasuki babak baru. Pemerintah kota Roma akan memberlakukan tiket masuk resmi sebesar 2 euro, atau sekitar Rp40.000 per orang, bagi pengunjung yang ingin mengakses area utama tepat di tepi air mancur. Tiket ini berlaku pada pukul 09.00 hingga 21.00 waktu setempat, jam-jam ketika arus wisatawan mencapai puncaknya.
Untuk mendapatkannya, pengunjung dapat membeli tiket secara daring lebih awal, mengantre langsung di lokasi, atau melalui titik-titik penjualan turis yang tersebar di sudut kota. Kebijakan ini berjalan seiring dengan aturan baru yang membatasi jumlah pengunjung di area inti Trevi Fountain hingga maksimal 400 orang dalam satu waktu, sebuah upaya untuk menjaga kenyamanan sekaligus kelestarian situs bersejarah ini.
Penerapan tiket di Trevi Fountain merupakan bagian dari sistem tarif baru yang akan diberlakukan bagi wisatawan non-warga lokal di sejumlah museum dan monumen di Roma, termasuk Villa of Maxentius, Napoleonic Museum, Baracco Museum, Carlo Bilotti Museum, dan Pietro Canonica Museum. Langkah ini mencerminkan upaya kota untuk menyeimbangkan antara akses publik dan keberlanjutan warisan budaya.
Aturan ini tidak berlaku bagi anak-anak di bawah lima tahun, serta penyandang disabilitas dan pendampingnya.—Ben Dharma
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026