Travel 101: Ho Chi Minh City
Hal-hal yang perlu diketahui sebelum pergi ke Ho Chi Minh City.
Sanlitun selama ini dikenal sebagai nadi gaya hidup Beijing. Kawasan ini menjadi tempat kuliner, ritel, dan budaya urban bertaut dalam ritme cepat. Sekarang, ada satu alamat baru yang mengundang orang untuk memperlambat langkah, mengamati detail, dan menikmati kemewahan sebagai pengalaman utuh. House of Dior Beijing, yang diresmikan pada 11 Desember 2025, hadir sebagai gerai flagship lima lantai sekaligus yang terbesar di Tiongkok. Ia menjadi pernyataan ambisi Dior di panggung Asia.


Bangunan ini berdiri menonjol di tengah lanskap kota yang dinamis. Dirancang oleh arsitek peraih Pritzker, Christian de Portzamparc, fasadnya tampil modern sekaligus puitis. Panel-panel putih menyerupai kelopak bunga membungkus eksterior, seolah menerjemahkan adi busana ke dalam bahasa arsitektur. Di sela-selanya, ubin kaca artisanal berwarna emas—rona yang lekat dengan simbol kekaisaran Tiongkok—memantulkan cahaya dan menambahkan lapisan makna. Terjadi dialog halus antara warisan Prancis dan sensibilitas Timur.
Memasuki interior, suasana berubah menjadi lebih intim. Warna hangat mendominasi, menciptakan kontras lembut dengan hiruk-pikuk Sanlitun di luar. Lantai parket cabochon dan motif cannage khas Dior hadir bukan sekadar sebagai dekorasi, melainkan penanda identitas. Kode visual ini mengikat masa lalu dan masa kini rumah mode tersebut. Di lantai dasar, koleksi tas, sepatu, dan aksesori wanita tersaji dengan penataan yang tenang, mengajak pengunjung menikmati detail tanpa tergesa.


Lantai dua menjadi ruang bagi kreasi siap pakai dan perhiasan wanita. Di lantai yang sama, La Collection Privée menempatkan parfum sebagai objek kontemplasi. Racikan-racikan aromatik dihadirkan sebagai karya seni yang menyimpan cerita, bukan sekadar wewangian. Lantai-lantai berikutnya diisi oleh koleksi pakaian pria, jam tangan, dan haute joaillerie eksklusif, serta lini Dior Maison yang memperluas definisi gaya hidup Dior ke ranah interior dan seni menjamu.
Salah satu titik paling reflektif di House of Dior Beijing adalah ruang skenografi yang terinspirasi dari La Galerie Dior di 30 Montaigne, Paris. Sampel-sampel busana dari toile putih dipajang bak arsip hidup, mengungkap proses kreatif di balik kemewahan. Di tengahnya, sebuah gaun pesta berwarna merah menyala berdiri kontras. Gestur berani ini merujuk pada simbol keberuntungan dan perayaan dalam budaya Tiongkok.

Pengalaman di sini tidak berhenti pada ritel. Selepas menjelajah, pengunjung diajak duduk dan bersantap di Monsieur Dior by Anne-Sophie Pic. Koki berbintang Michelin ini menerjemahkan semangat adi busana ke dalam bahasa kuliner. Les Perles, misalnya, mengekspresikan seni sulaman melalui komposisi herba hijau yang presisi. Sementara mille-feuille khas Pic tampil dengan sentuhan motif houndstooth Miss Dior, mempertemukan dapur haute cuisine dan fesyen.
Sanlitun Rd. No. 11, Chaoyang, Beijing. Buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00.—Rachman Karim
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026