Ini Pesawat Baru Qantas untuk Project Sunrise
Siap terbang 22 jam nonstop dengan tangki bahan bakar khusus berkapasitas 20.000 liter.
Didirikan pada 1996, Erajaya Group memulai perjalanan sebagai importir dan distributor perangkat telekomunikasi. Tiga dekade kemudian, perusahaan ini bertransformasi menjadi smart lifestyle retailer dengan portofolio yang melampaui teknologi, merambah kebutuhan gaya hidup modern. Hingga semester pertama 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia melalui sejumlah lini bisnis, seperti Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, serta Erajaya Food & Nourishment.
Diversifikasi portofolio menjadi strategi Erajaya dalam mengikuti perubahan cara konsumen bekerja, beraktivitas, berolahraga, hingga menikmati waktu luang. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan menambah 173 gerai baru, baik untuk memperluas jaringan ritel digital maupun mengembangkan kategori gaya hidup aktif serta makanan dan minuman. Ekspansi ini mencerminkan upaya Erajaya menjangkau lebih banyak momen keseharian konsumen melalui pilihan produk dan pengalaman belanja yang kian beragam.
Arah pengembangan tersebut terlihat dari kemitraan dengan berbagai merek internasional. Di kategori kendaraan listrik, Erajaya Active Lifestyle menghadirkan XPENG, sementara pilihan fesyen dan olahraga diperkuat oleh GENTLEWOMAN, ANTA, Under Armour, dan Wilson. Pada ranah kuliner, portofolionya bertambah melalui CHAGEE. Bertepatan dengan perayaan 30 tahun, Erajaya juga mengumumkan rencana menghadirkan dua jenama mancanegara, I’m donut? dan Oriental Kopi, yang akan membuka gerai pertamanya di Indonesia. Ragam kategori ini memperlihatkan bagaimana ritel semakin dekat dengan gaya hidup, mulai dari mobilitas dan penampilan hingga kebiasaan menikmati makanan dan minuman.
Seiring bertambahnya kategori bisnis, pengalaman berbelanja yang praktis dan terhubung menjadi semakin penting. Erajaya mengembangkan ekosistem omnichannel yang mengintegrasikan toko fisik, platform digital, dan program loyalitas Eraspace. Konsumen dapat melihat serta mencoba produk secara langsung, lalu melanjutkan pencarian informasi, membandingkan pilihan, atau bertransaksi melalui kanal digital. Pendekatan ini memberi keleluasaan dalam berbelanja sekaligus membuka akses yang lebih mudah ke berbagai merek dalam portofolio perusahaan, mengikuti kebiasaan konsumen yang kian dinamis.
Di luar ekspansi bisnis, Erajaya turut menjalankan inisiatif lingkungan melalui Wana Erajaya, program konservasi dan carbon offsetting yang mencakup restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, serta mitigasi perubahan iklim melalui reforestasi dan pengelolaan hutan berkelanjutan. Program ini diproyeksikan berpotensi mengimbangi emisi karbon sekitar 1.922 ton setara CO₂. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengaitkan pertumbuhan bisnis dengan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Komitmen pengelolaan lingkungan juga diwujudkan melalui Erajaya Sustainable Gadget. Lewat program seperti erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste, perusahaan menyediakan titik pengumpulan perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan agar dapat dikelola secara bertanggung jawab. Sejak diluncurkan pada 2024, sebanyak 4.238 perangkat telah didaur ulang oleh mitra daur ulang. Upaya ini mendorong konsumen untuk lebih bijak mengelola limbah elektronik sekaligus memperpanjang siklus hidup perangkat, sebuah langkah relevan di tengah meningkatnya penggunaan gawai dalam keseharian.—Monika Febriana