Marufukuro hadirkan pengalaman menginap yang berkesan.

Bagi mereka yang tumbuh di era 1980 hingga 1990-an, nama Nintendo bukan sekadar produsen gim asal Jepang, melainkan bagian dari memori masa kecil. Para generasi milenial awal ini akrab dengan lompatan Mario di Super Mario Bros hingga petualangan epik di The Legend of Zelda. Berbasis di Kyoto, perusahaan ini dulu beroperasi dari bangunan bergaya Art Deco di kawasan Kagiyacho, sebuah alamat yang kini menyimpan cerita berbeda.

Seiring waktu, Nintendo memindahkan kantornya ke Distrik Minami, sekitar 10 menit dari Stasiun Kyoto. Namun, alih-alih membiarkan bangunan lamanya menjadi sekadar artefak, ruang tersebut dihidupkan kembali sebagai hotel butik all-inclusive bernama Marufukuro. Ia menjadi sebuah destinasi yang menggabungkan nostalgia, desain, dan pengalaman menginap yang intim.

marufukuro
Marufukuro Suite.
marufukuro
Residential Suite.

Memasuki Marufukuro terasa seperti melangkah ke dalam lapisan waktu. Sensibilitas Jepang berpadu dengan sentuhan retro-modern yang terinspirasi dari Frank Lloyd Wright, menghadirkan dialog antara masa lalu dan masa kini. Palet warna gelap yang klasik bertemu dengan nuansa netral yang lebih segar, menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus elegan. Sayap baru yang lebih kontemporer—dirancang oleh arsitek Tadao Ando—menambah dimensi ruang tanpa menghilangkan karakter historisnya.

Hotel ini menghadirkan 18 kamar dan suite dengan luas mulai dari 33 meter persegi. Beberapa unit dilengkapi detail yang terasa personal, seperti perapian, barrel sauna, hingga bak rendam kayu. Bintang utamanya adalah Japanese Suite, ruang yang pernah menjadi kediaman keluarga Yamauchi. Ruang ini tetap mempertahankan lantai tatami dan menghadirkan bak rendam luar ruangan, menawarkan pengalaman menginap yang lebih autentik.

marufukuro
Tempura Marufuku.
marufukuro
Salah satu sudut perpustakaan hotel.

Pengalaman di Marufukuro juga terbangun lewat aspek kuliner. Restoran Tempura Marufuku menyajikan makan malam bergaya kaiseki dengan teknik yang presisi mulai dari kuruma ebi hingga tempura sayuran musiman. Sementara itu, lounge hotel menjadi ruang santai sepanjang hari, menyajikan sarapan, teh sore, hingga camilan petang dalam suasana yang lebih kasual.

Salah satu ruang paling menarik adalah perpustakaan hotel yang berfungsi lebih dari sekadar tempat membaca melainkan juga menjadi ruang temu antara literatur, seni, dan miksologi. Koleksi buku yang luas berdampingan dengan instalasi interaktif karya Rhizomatics, sementara sebuah bar intim di sudut ruangan menawarkan racikan koktail yang melengkapi momen tenang.

342 Kagiyacho, Shomen-dori, Shimogyo-ku, Kyoto; +8175-353-3355; marufukuro.com.Rachman Karim

Calendar of Events

Perahu Kertas Musikal

Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026

Now Playing Festival 2025

Now Playing Festival akan kembali mengguncang Kota Kembang. 30 Nov 2025

Espolòn Barrio Fiesta 2025 – Jakarta

Semangat Meksiko di tengah Ibu Kota. 7 Nov 2025

See More