Mempertemukan koki Alila Shanghai dan tuan rumah di restoran tepi tebing.

Di tepi tebing Uluwatu yang dramatis, sebuah dialog rasa lintas budaya akan segera berlangsung.

Alila Villas Uluwatu menghadirkan kolaborasi kuliner eksklusif bersama Alila Shanghai, membawa Scott Bao—sosok di balik restoran 500 Weihai Road—ke dapur CIRE pada 15 hingga 19 April 2026. Bukan sekadar tamu, kehadiran Bao menjadi jembatan antara dua dunia: Timur dan Barat, tradisi dan inovasi, yang bertemu dalam satu narasi gastronomi yang terasa personal.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Bao dikenal lewat penguasaannya atas masakan Huaiyang dan Shanghai klasik. Filosofi koki ini sederhana tetapi dalam: menghormati tradisi tanpa terikat olehnya. Hasilnya adalah interpretasi rasa yang halus, seimbang, dan elegan. Menciptakan sebuah pendekatan yang selaras dengan lanskap kuliner kontemporer saat ini.

Kadek Setiawan, Scott Bao.

Kolaborasi ini berpijak pada kesamaan visi kedua properti Alila: pendekatan makan “serius tapi santai” papan atas yang mengedepankan keseimbangan, musim, dan autentisitas. Jika Alila Shanghai menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk Jing’an, maka Uluwatu menawarkan ruang refleksi di atas samudra. Kedua latar yang bertolak belakang tersebut dipertemukan lewat pengalaman rasa.

Perjalanan kuliner dimulai pada 15 April 2026 lewat The Artisan’s Morning, pengalaman sarapan yang membawa ritus pagi khas Shanghai ke Bali. Xiaolongbao isi daging babi hitam, bakpao sayuran buatan tangan, hingga mi sakura ebi dengan minyak daun bawang menjadi pembuka yang lembut tapi berkesan. Opsi sarapan ini tersedia hingga 19 April 2026.

Pada 16–17 April 2026, pengalaman berkembang ke sesi malam melalui The 5-Course Harmony. Menu degustasi ini menjadi dialog dua koki: dari ikan goreng marinasi khas Shanghai hingga xiaolongbao truffle hitam yang subtil. Dari dapur Uluwatu, Kadek, Executive Chef Alila Villas Uluwatu, menghadirkan interpretasi modern lewat bebek Castaing dengan lapisan rasa kompleks, atau wagyu short rib yang dimasak perlahan selama berjam-jam. Penutupnya menawarkan dua arah emosi: cokelat Cabossa yang berkarakter, atau manggo sago yang ringan dan nostalgik.

Wagyu short rib yang dimasak perlahan selama berjam-jam.

Puncaknya hadir pada 18 April 2026 melalui The Dual Perspective Brunch. Di Sabtu siang, kedua tukang masak profesional itu menampilkan ciri khas mereka berdampingan, mulai dari wonton dan oyster Rockefeller hingga wagyu dengan sentuhan wafu. Sebuah pertemuan rasa yang mengalir tanpa batas geografis.

Kolaborasi ini ditutup pada 19 April 2026 dengan sarapan terakhir dan makan malam penutup—sebuah ode untuk pertukaran budaya yang tidak hanya terasa di lidah, tetapi juga tinggal dalam ingatan.Yohanes Sandy

Calendar of Events

Perahu Kertas Musikal

Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026

Now Playing Festival 2025

Now Playing Festival akan kembali mengguncang Kota Kembang. 30 Nov 2025

Espolòn Barrio Fiesta 2025 – Jakarta

Semangat Meksiko di tengah Ibu Kota. 7 Nov 2025

See More