Titi DJ Ungkap Tiga Destinasi Liburan Favoritnya
Percakapan intim bersama sang diva tentang memori liburan, destinasi favorit, dan filosofi hidup sehat.
Foto utama: bwalk2895/Unsplash
Sejatinya, berkunjung ke Australia belum terasa sah sebelum menyentuh sisi liarnya. Trip ke benua ini bukan sekadar berfoto di depan Opera House atau menyeruput secangkir flat white di gang-gang Melbourne. Lebih dari 40 persen wilayah Negeri Kanguru diklasifikasikan sebagai alam liar, dan sekitar seperempat daratannya berada dalam sistem kawasan lindung formal, seperti taman nasional, cagar konservasi, hingga marine park. Di benua inilah perjalanan sering berubah menjadi perjumpaan tak terduga—dengan kanguru yang melintas di tepi jalan, teriakan kookaburra saat fajar, atau bayangan pari manta di bawah perahu.
Australia adalah rumah bagi lebih dari 100 ribu spesies satwa, mulai dari mamalia, burung, reptil, hingga biota laut, menjadikannya salah satu destinasi wisata alam dan satwa liar terbaik di dunia. Bukan hanya quokka yang viral di Rottnest Island, melainkan lanskap luas tempat manusia sekadar tamu. Berikut tujuh destinasi ikonis untuk merasakan Australia yang paling alami.
Taman Nasional Kakadu
Rumah buaya terbesar di dunia

Dapat dijangkau dalam tiga jam berkendara dari Darwin melalui jalan mulus, Kakadu National Park terasa seperti museum hidup. Di dalamnya berdiam sekitar 280 spesies burung, 77 mamalia, 50 ikan air tawar, dan lebih dari 130 jenis reptil. Lanskapnya berganti-ganti seperti lembaran film: sabana keemasan, rawa berkilau, tebing batu pasir, hingga ngarai yang menyimpan lukisan cadas Aborigin berusia 50.000 tahun. Bintang utamanya tentu buaya air asin—reptil terbesar di dunia—yang sering terlihat berjemur di tepian sungai Yellow Water. Tur perahu saat matahari terbit adalah ritual wajib bagi pemburu foto.
Great Barrier Reef
Terumbu karang terbesar di dunia

Jika Sydney adalah jantung urban Australia, maka Great Barrier Reef adalah katedral bawah lautnya. Terumbu sepanjang lebih dari 2.300 kilometer ini bahkan terlihat dari luar angkasa. Mudah diakses dari Cairns maupun Port Douglas, tempat ini menawarkan aktivitas maritim atraktif, seperti snorkeling di antara karang warna neon, menyelam bersama penyu, atau memilih perahu kaca untuk pengalaman lebih santai. Di atas dek, angin asin bercampur aroma tabir surya—adegan klasik liburan tropis yang sulit ditandingi.
Pulau Kanguru
Safari tanpa pagar

Sepertiga Kangaroo Island dilindungi sebagai taman nasional. Di sinilah kanguru berkeliaran tanpa rasa curiga, walabi Tammar meloncat di balik semak, dan koala bergelantungan malas di pohon eukaliptus. Di pesisirnya, anjing laut dan singa laut kerap berjemur seperti pemilik sah pantai. Pulau ini dapat dicapai dengan penerbangan dari Adelaide atau feri cepat dari Cape Jarvis—pilih rute laut saat senja untuk menyaksikan garis pantai berwarna madu.
Eyre Peninsula
Surga satwa laut Australia Selatan

Para penyelam mengenal Eyre Peninsula sebagai panggung utama hiu putih besar, singa laut, dan lumba-lumba hidung botol. Pada musim migrasi, paus balin ikut melintas di perut lautnya. Di darat, semenanjung ini menyimpan lebih dari 1.900 spesies tanaman dan 270 spesies burung, termasuk beo Port Lincoln yang langka. Perjalanan tujuh jam dari Adelaide paling nikmat dilakukan sebagai road trip: berhenti untuk tiram segar di Coffin Bay, lalu mengejar matahari terbenam di tebing Baird Bay.
Tasmania
Negeri para marsupialia

Sekitar 40% Tasmania berstatus kawasan lindung, menjadikannya laboratorium alam raksasa. Ikonnya tentu Tasmanian devil, tetapi pulau ini juga rumah bagi platipus, ekidna moncong pendek, kanguru forester, dan walabi Bennett. Udara di sini terasa lebih jernih, seperti disaring hutan hujan kuno. Dari Melbourne, penerbangan hanya satu jam—cukup dekat untuk akhir pekan, cukup liar untuk merasa jauh dari segalanya.
Ningaloo Reef Marine Park
Bertemu hiu paus

Di Australia Barat, Ningaloo Reef membentang sebagai terumbu karang tepi pantai terbesar di dunia. Daya tarik utamanya adalah hiu paus—ikan terbesar di planet—yang rutin hadir antara Maret hingga Agustus. Mei dan November membawa bonus migrasi paus bungkuk. Terbang dari Perth ke Bandara Learmonth, lalu 30 menit berkendara ke pesisir Exmouth, Anda bisa langsung melompat ke laut yang warnanya seperti campuran giok dan turkuois.
Pulau Phillip
Parade penguin sore hari

Tak perlu ke Antartika untuk melihat penguin. Di Phillip Island, sekitar 40.000 penguin peri pulang ke sarang setiap malam. Antara November–Maret, setelah matahari tenggelam, barisan kecil itu muncul dari ombak dan berjalan kikuk melintasi pasir menyajikan adegan sederhana yang sering membuat penonton terdiam. Hanya dua jam dari Melbourne, tempat ini ideal sebagai penutup perjalanan keluarga.—Monika Febriana
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026