Lari Untuk Amal di Road to Give 2026
Acara di GWK Cultural Park Bali ini menyatukan komunitas melalui lari, berbagi, dan aksi nyata.
Foto: Monika Febriana/TFL Paper
Dalam lanskap kebugaran urban yang terus berevolusi, padel mungkin menjadi wajah paling kasatmata. Namun di balik itu, HYROX perlahan membangun basisnya, menarik perhatian mereka yang mencari tantangan lebih terukur dan kompetitif. Di media sosial, namanya kerap disejajarkan dengan CrossFit dan Spartan. Sorotan global pun datang ketika Choi Minho, anggota grup K-Pop SHINee, menjuarai kategori Doubles Men 35–39 di HYROX Singapore 2026.
Lebih dari sekadar tren, HYROX menawarkan format yang sederhana, tapi menuntut disiplin tinggi: total lari delapan kilometer yang diselingi delapan station latihan, mulai dari sled push hingga burpee broad jumps. Struktur ini menjadikannya alternatif bagi mereka yang jenuh dengan rutinitas kebugaran konvensional—lebih dinamis, lebih terukur, dan terasa seperti olahraga kompetitif, bukan sekadar latihan.

“HYROX lahir di Jerman pada 2017, tetapi baru masuk ke Asia, terutama Asia Tenggara, pada 2024,” ungkap Fernando Surya, pelatih bersertifikat di HYROX Training Club Jakarta. “Tahun ini, perkembangannya sangat cepat, ditandai oleh banyaknya klub latihan di berbagai tempat.” Sebelum fokus di dunia kebugaran, Nando—demikian ia akrab disapa—dikenal lewat kiprahnya di industri hiburan dan gelar L-Men of the Year 2006.
Baca juga: ARETE Bali Hadirkan Pusat Olahraga dan Wellness Terpadu
Menurutnya, kekuatan utama HYROX terletak pada keseimbangan. “HYROX mengawinkan lari dan latihan kekuatan—dua kategori olahraga yang berbeda. Mereka yang terbiasa lari harus berlatih kekuatan, begitu pun sebaliknya.” Ia menambahkan bahwa kombinasi ini mendukung perkembangan otot sekaligus daya tahan kardiovaskular. “Investasi jangka panjang jika ingin tetap sehat.”

Demografi pesertanya pun luas, berkisar antara usia 20 hingga 60 tahun. Sistem pemeringkatannya bersifat global dan transparan, memungkinkan setiap peserta mengukur performa secara objektif. Kompatibilitas dengan pemula juga menjadi nilai tambah. “Meski terlihat sulit, HYROX sebenarnya cocok untuk entry level,” lanjut Nando. “Formatnya konsisten di seluruh dunia sehingga orang bisa memahami kekurangan mereka dan melatihnya kembali.”
Namun, risiko tetap ada. Mereka dengan riwayat penyakit jantung disarankan berhati-hati. “Sejauh ini saya belum pernah melihat orang kolaps saat race,” ujarnya. “Artinya, peserta yang ikut umumnya sudah punya dasar latihan.” Menutup percakapan, Nando menekankan fondasi utama HYROX adalah lari. “Bangun dulu basis kardiovaskular dan kecepatan. Setelah itu, baru fokus pada teknik di setiap station.” Sebuah pendekatan yang, pada akhirnya, mengingatkan bahwa dalam dunia kebugaran, konsistensi tetap menjadi kunci utama.—Rachman Karim
Artikel ini dimuat di TFL Paper Print Vol. 2.
Menggabungkan kebugaran, pemulihan tubuh, mindfulness, dan interaksi komunitas. 12-18 Okt 2026
Festival sastra tahunan ini menghadirkan lebih dari 100 sesi. 21-25 Okt 2026