Dari pameran hingga ruang diskusi yang mempertemukan seni, mode, dan budaya kreatif.

Art & Bali 2026 resmi menutup rangkaian penyelenggaraan edisi keduanya pada 13 September 2026. Setelah debut pada tahun sebelumnya, pameran seni yang berlangsung di Nuanu Creative City, Bali, ini kembali hadir dengan format yang lebih beragam. Tidak hanya mempertemukan galeri dan seniman dari berbagai negara, Art & Bali 2026 juga memperluas percakapan ke ranah mode, tekstil, kriya, teknologi, hingga masa depan industri kreatif Asia.

Selama penyelenggaraannya, Art & Bali 2026 mencatat kehadiran sekitar 10.000 pengunjung. Di antara rangkaian programnya, sejumlah pameran dan diskusi menjadi bagian penting yang memperlihatkan bagaimana seni kontemporer dapat beririsan dengan berbagai disiplin kreatif. Berikut beberapa potret keseruannya.

What The Body Remembers
Salah satu pameran yang menjadi pamungkas Art & Bali 2026 adalah What The Body Remembers. Dikurasi oleh Bandana Tewari bersama Assistant Curator Brina Paska, pameran ini mempertemukan 26 seniman, desainer, dan studio dari Indonesia dan India.

art & bali 2026
Pameran flagship What the Body Remembers di Art & Bali 2026.

Karya-karya yang ditampilkan berada di persimpangan antara seni kontemporer, fesyen, tekstil, dan kriya. Pertemuan berbagai disiplin tersebut membuat pameran tidak hanya berbicara mengenai karya sebagai objek, tetapi juga tentang tubuh, material, dan tradisi, serta bagaimana pengetahuan budaya dapat diteruskan melalui praktik kreatif.

Menariknya, pengalaman tersebut masih dapat disaksikan setelah rangkaian utama Art & Bali 2026 berakhir. What The Body Remembers berlanjut di Labyrinth Art Gallery, Nuanu Creative City, hingga 29 November 2026.

Baca juga: Art & Bali 2026 Hadirkan 22 Galeri di Nuanu Creative City

Do Not Clean This Room
Eksplorasi mengenai proses kreatif berlanjut melalui Do Not Clean This Room, pameran satelit yang dipersembahkan oleh Block42 di Nuanu dan dikuratori oleh Gatari Surya Kusuma. Berbeda dari format pameran konvensional, proyek ini berlangsung di dalam studio temporer yang dibangun menggunakan kontainer pengiriman.

Sebanyak 18 seniman mengambil bagian dalam proyek tersebut. Pengunjung tidak hanya melihat karya jadi, tetapi juga dapat mengamati proses riset, eksperimen, hingga rutinitas keseharian yang berada di balik penciptaannya. Kehadiran para seniman di ruang tersebut juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk berdialog secara langsung mengenai proses dan gagasan yang melandasi karya mereka.

Seperti What The Body Remembers, Do Not Clean This Room masih dapat disambangi hingga akhir November 2026, memperpanjang pengalaman Art & Bali melampaui tanggal penyelenggaraan utamanya.

Dimeriahkan 23 Galeri dan Ruang Seni
Keragaman program utama berjalan beriringan dengan kehadiran 23 galeri dan ruang seni dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Spanyol, Italia, Swiss, dan Amerika Serikat. Hadirnya berbagai institusi lintas negara membuat Art & Bali menjadi titik pertemuan bagi praktik dan perspektif seni yang berbeda.

art & bali 2026
Sebanyak 23 galeri dan ruang seni berpartisipasi dalam gelaran. Art & Bali 2026.

Selain menjadi ruang apresiasi, pameran ini juga mencatat aktivitas komersial yang cukup signifikan. Hampir 300 karya dari 23 galeri tercatat terjual selama penyelenggaraan Art & Bali 2026 yang menunjukkan adanya pertemuan antara apresiasi terhadap karya seni dan pasar seni itu sendiri.

Baca juga: Nuanu Creative City Bali Hadirkan 4 Hotel Bertema Menarik

Nuanu Future Talks: Fashion & Art
Percakapan mengenai seni kemudian diperluas melalui Nuanu Future Talks: Fashion & Art. Pada hari pembukaan, lebih dari 20 pembicara hadir dalam enam sesi diskusi di Labyrinth Dome. Beragam topik dibahas, mulai dari kepemilikan budaya, batas antara seni dan mode, kriya dan material, hingga teknologi serta arah masa depan budaya kreatif di Asia.

Salah satu pembicara yang turut menjadi sorotan adalah Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kehadirannya menegaskan bagaimana diskusi mengenai seni dan kreativitas juga berkaitan dengan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas.

art & bali 2026
Karya-karya sartorial Lulu Lutfi Labibi. Art & Bali 2026.

Bagi Nuanu, percakapan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ruang yang mempertemukan kreator dengan audiens dan ekosistem internasional. “Indonesia memiliki seniman dan kreator yang luar biasa. Namun, masih terlalu sedikit ruang yang mempertemukan karya mereka dengan dunia. Inilah ruang yang ingin kami hadirkan melalui Nuanu, dan Art & Bali menjadi salah satu cara kami mewujudkannya,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Dengan berakhirnya edisi kedua, Art & Bali belum sepenuhnya menutup ceritanya di Nuanu. Pameran ini akan kembali untuk edisi ketiganya pada September 2027. 

TFL Paper adalah partner media Art & Bali 2026.

Calendar of Events

PESTAPORA 2026

Festival musik antargenerasi dengan lebih dari 80 penampil. 25-27 Sep 2026.

Tiffany Young – Edge of Calm Tour

Momen musikal yang hangat bersama sang idola. 19 Sep 2026.

Celebrate Wellness 2026

Ajang kebugaran tahunan dari The Westin Resort Nusa Dua, Bali. 12 Sep 2026.

See More