Hotel Mewah Ramah Lingkungan Pertama di London
Mengawinkan desain luks dan konsep ramah lingkungan yang patut diacungi jempol.
Foto utama: Setouchi Retreat by Onko Chishin, Matsuyama/Design Hotels
Dalam beberapa tahun terakhir, arsitektur biofilik menjadi salah satu pendekatan desain yang paling banyak dibicarakan, terutama di Asia. Sebuah artikel di gb&d Magazine menyebutkan bahwa popularitasnya didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya hubungan manusia dengan alam, serta manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental. Tak mengherankan jika konsep ini kemudian diadopsi luas oleh industri perhotelan, melahirkan properti-properti ikonis seperti PARKROYAL COLLECTION Pickering, Singapore hingga Lloyd’s Inn Bali, yang menjadikan vegetasi sebagai bagian dari pengalaman menginap.
Namun, di tengah dominasi bangunan yang dipenuhi tanaman hijau dan cahaya alami, ada satu aliran arsitektur yang menawarkan bahasa visual yang sangat berbeda: arsitektur brutalis. Alih-alih menyembunyikan struktur bangunan, gaya ini justru merayakan kejujuran material melalui beton ekspos, garis-garis tegas, dan bentuk geometris yang monumental. Meski namanya terdengar keras, brutalisme sama sekali tidak berhubungan dengan kekerasan. Istilah tersebut berasal dari frasa Prancis béton brut atau “beton mentah”, yang dipopulerkan oleh arsitek Auguste Perret dan kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pionir arsitektur modern, Le Corbusier.

Selama bertahun-tahun, brutalisme kerap dipandang dingin, kaku, bahkan intimidatif. Namun belakangan, persepsi tersebut mulai bergeser. Di kalangan pencinta desain dan arsitektur, gaya ini justru diapresiasi karena menghadirkan estetika yang jujur, fungsional, dan bebas ornamen berlebihan. Palet monokrom, tekstur beton yang terekspos, serta komposisi ruang yang sederhana menghadirkan ketenangan visual yang terasa kontras dengan hiruk-pikuk kota modern.
Baca juga: 7 Hotel dengan Desain Unik di Singapura
Tak heran jika sejumlah hotel brutalis di Asia memilih pendekatan ini sebagai identitasnya. Bagi sebagian wisatawan, pengalaman menginap di bangunan brutalis bukan hanya soal estetika, melainkan kesempatan menikmati ruang yang mengutamakan proporsi, cahaya, dan material apa adanya. Dari Jepang hingga Asia Tenggara, berikut tujuh hotel brutalis di Asia yang menawarkan pengalaman menginap dengan karakter arsitektur yang tak mudah dilupakan.
RONJA Boutique Hotel, Bali

Di kawasan Uluwatu, RONJA Boutique Hotel menghadirkan interpretasi unik atas arsitektur brutalis dengan sentuhan Meksiko dan tradisi Bali. Dinding beton ekspos dan lantai plester dipadukan dengan elemen tropis seperti atap rumbai, plafon jerami, serta furnitur artisan yang menghadirkan kehangatan visual. Hotel butik khusus dewasa ini menawarkan empat tipe akomodasi, beberapa di antaranya dilengkapi taman dan kolam rendam privat. Jl. Tj. Simah No. 4, Pecatu, Bali; ronjabali.com.
Nest Hotel, Incheon

Hanya beberapa menit berkendara dari Bandara Internasional Incheon, Nest Hotel tampil bak tiga balok Jenga raksasa yang disusun sejajar, rancangan firma JOH & Company. Fasad beton eksposnya menciptakan kesan monumental, sementara interiornya menghadirkan suasana yang lebih hangat melalui warna bumi dan aksen kayu. Hotel ini dilengkapi restoran, bar, pusat kebugaran, kolam renang air hangat, hingga onsen. 19-5, Yeongjonghaeannam-ro, Jung-gu, Incheon; designhotels.com.
Yangshuo Sugar House, Guilin

Dikelilingi lanskap pegunungan karst yang dramatis, Yangshuo Sugar House membuktikan bahwa bangunan industri pun dapat bereinkarnasi menjadi hotel berkarakter. Bekas pabrik gula dari era 1960-an ini kini menaungi 113 kamar dan suite dengan balkon atau teras, sementara kategori tertentu dilengkapi kolam renang pribadi. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolam renang ikonik yang diapit rangka bekas struktur pabrik, menjadikannya salah satu ruang paling fotogenik di properti ini. 102 Dongling Street, Yangshuo, Guilin, Tiongkok; auruaresorts.com.
TUVE, Hong Kong

Di tengah hiruk-pikuk Causeway Bay, TUVE menawarkan jeda yang tenang lewat perpaduan arsitektur brutalis dan industrial. Dari luar, hotel ini nyaris tak dikenali; hanya sebuah pintu baja sederhana yang menjadi penandanya. Interiornya mempertahankan dinding beton polos, lantai plester, dan furnitur utilitarian, menciptakan atmosfer minimalis yang terasa kontemplatif. Meski fasilitas publiknya terbatas, restoran Silver Room menyajikan hidangan Italia dan boga bahari yang patut dicoba. 16 Tsing Fung Street, Causeway Bay, Hong Kong; tuve.hk.
MASON, Pattaya

Bernaung di bawah jaringan Design Hotels, MASON Pattaya mengawinkan estetika brutalis dengan arsitektur tropis modern. Hotel ini hanya memiliki 35 vila berukuran mulai 90 meter persegi, masing-masing dilengkapi kolam renang air asin pribadi, oversized tub, smart TV, dan sistem audio Marshall. Tiga destinasi kuliner, termasuk sebuah espresso bar, melengkapi pengalaman menginap, sementara spa hasil kolaborasi dengan Biologique Recherche menjadi daya tarik bagi pencinta wellness. 285 Moo 3 Sukhumvit Road, Na Jomtien, Chonburi; masonpattaya.com.
The Slow, Bali

Sesuai namanya, The Slow mengajak tamu memperlambat ritme di tengah dinamisnya Canggu. Meski tidak sepenuhnya mengusung brutalisme, hotel butik ini tetap mempertahankan elemen-elemen khasnya melalui beton ekspos, palet warna monokrom, dan bentuk-bentuk yang sederhana. Hanya tersedia 12 suite, masing-masing dihiasi karya seni dan furnitur artisan, sementara beberapa unit menawarkan plunge pool pribadi. Alih-alih televisi, hotel memilih menghadirkan kurasi musik untuk menemani momen rehat. Jl. Batu Bolong 97, Canggu, Bali; theslow.com.
Setouchi Retreat by Onko Chishin, Matsuyama

Nama Tadao Ando hampir tak bisa dipisahkan dari beton ekspos yang halus bak sutra. Karakter tersebut terasa kuat di Setouchi Retreat by Onko Chishin, hotel rancangan sang maestro yang sebelumnya merupakan museum seni modern. Kini, bangunan tersebut menaungi tujuh suite eksklusif, beberapa di antaranya dilengkapi onsen privat. Spa, infinity pool dengan panorama Laut Seto, serta suasana yang hening menjadikannya salah satu destinasi terbaik untuk menikmati sisi paling meditatif dari arsitektur brutalis. 794-1 Yanaidani-cho, Matsuyama, Jepang; designhotels.com.—Rachman Karim
Acara kuliner menarik persembahan The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 1-2 Ags
Sebuah pengalaman kuliner istimewa di Roso Restaurant, Sanur. 10 Jul