Transformasi Kolosal Marina Bay Sands
Marina Bay Sands, hotel paling ikonik di Asia Tenggara, siap sambut tamu dengan wajah baru.
Enam dekade silam, Sanur masih dikenal sebagai desa nelayan yang tenang dengan garis pantai yang nyaris tanpa hiruk-pikuk wisatawan. Namun pada periode yang sama, kawasan tersebut perlahan mulai berkembang menjadi destinasi pariwisata internasional yang menarik perhatian banyak figur dunia, termasuk Mick Jagger. Di tengah transformasi itu, lahirlah sebuah properti yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah hotel legendaris Bali: Bali Beach Hotel.
Kisah hotel ini tidak lepas dari visi Presiden Soekarno yang ingin membawa Indonesia ke panggung pariwisata global. Diresmikan pada 1966, hotel bintang lima tersebut dikenal lewat fasad modernisnya yang menjulang setinggi 10 lantai. Hingga kini, bangunan tersebut masih menjadi salah satu struktur tertinggi di Bali—ikon arsitektur yang mengubah lanskap pariwisata Sanur untuk selamanya.

Setelah melewati berbagai fase perubahan nama dan renovasi, hotel ini kembali membuka pintunya pada 2024 dengan identitas baru sebagai Bali Beach Hotel, The Heritage Collection. Lebih dari sekadar resor mewah di Bali, properti tepi pantai ini membawa lapisan sejarah dan budaya yang terasa hidup dalam setiap detail pengalaman menginapnya.
Bersama properti saudarinya, The Meru Sanur, hotel ini berada di kompleks The Sanur seluas 42 hektare. Bali Beach Hotel, The Heritage Collection menaungi 273 kamar dan suite dengan pendekatan desain yang digarap oleh Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina dari Yolodi + Maria Architects. Arsitektur asli bangunan dipertahankan, lalu diperkaya nuansa tropis yang terasa lebih segar dan kontemporer. Dengan luas mulai dari 38 meter persegi, setiap kamar dilengkapi televisi LED, balkon privat, dan area kerja yang nyaman. Amenitas yang disajikan menjawab kebutuhan wisatawan modern tanpa menghilangkan karakter historisnya.

Petualangan gastronomi di hotel ini turut mengangkat kekayaan budaya bersantap Indonesia. Restoran all-day dining Roso menghadirkan sajian yang terinspirasi dari resep-resep dalam buku Mustikarasa, warisan kuliner Nusantara yang juga lekat dengan sejarah Bung Karno. Sementara itu, Arunika mempertemukan hidangan lokal dan Barat dalam suasana santai berlatar Samudra Hindia. Untuk pencinta miksologi, Sutasoma Lounge menawarkan koleksi koktail, wine, dan liquor premium yang memperkaya atmosfer sore.
Legasi Nusantara juga hadir lewat gerai Sarinah di dalam hotel. Ruang ritel tersebut menghadirkan produk-produk artisanal yang dikurasi, mulai dari busana hingga kerajinan tangan lokal. Hotel ini juga menaungi relief andesit rancangan Harijadi Sumodidjojo yang mengingatkan pada relief peninggalan era Bung Karno di Gedung Sarinah Jakarta. Karya tersebut dipajang di Soekarno Lounge, menjadikan momen bersantai terasa lebih reflektif dan sarat sejarah.


Beragam amenitas lain turut melengkapi pengalaman menginap. Kolam renang berukuran Olympic menawarkan jeda segar dari panas tropis Bali, sementara Taru Pramana Spa & Wellness menghadirkan pendekatan penyembuhan yang terinspirasi dari Lontar Usada—manuskrip pengobatan tradisional Bali dari abad ke-10 dan ke-11. Untuk keluarga, tersedia pula Kids’ Club yang dirancang untuk melengkapi pengalaman liburan keluarga di Bali.
Babak barunya memang baru berjalan dua tahun. Namun, Bali Beach Hotel, The Heritage Collection telah memperlihatkan bagaimana sebuah properti bersejarah dapat tetap relevan di tengah perkembangan perhotelan modern di Bali. Ia bukan sekadar ikon pariwisata, melainkan kapsul budaya yang menyimpan memori, sejarah, dan identitas Pulau Dewata dalam satu lanskap yang terus berkembang.
Artikel ini dipersembahkan oleh Bali Beach Hotel, The Heritage Collection.
Agenda tahunan industri pariwisata yang merangkul asas keberlanjutan. 30-31 Mei 2026
Tahun ini pameran menghadirkan kolaborasi seni visual dan musik. 6-10 Mei 2026