Whimsical Harmony di The Westin Resort Nusa Dua, Bali
Merayakan Natal dan Tahun Baru dalam harmoni di tepi pantai Nusa Dua.
Kawasan Sanur secara perlahan mengalami pergeseran karakter. Lama dikenal sebagai destinasi yang tenang dan cenderung klasik, Sanur kini berevolusi menjadi kawasan yang lebih dinamis, terbuka bagi generasi pelancong baru dengan preferensi gaya hidup yang lebih beragam. Transformasi ini semakin terasa dengan hadirnya Junsei, restoran Jepang asal London yang memperkaya lanskap kuliner Sanur.

Didirikan oleh Aman Lakhiani, Junsei London telah beroperasi sejak 2021. Sang koki, yang sebelumnya berkarya di Nusantara by Locavore di Ubud, memperdalam teknik memasaknya di Jepang sebelum menetap di London. “Rencananya ke London untuk buka restoran Indonesia, ternyata restoran Jepang malah mendapat respons yang bagus,” ujarnya kepada TFL Paper dalam acara pembukaan Junsei di Sanur pada 27 April 2026.
Terinspirasi dari konsep izakaya, Junsei menghadirkan pengalaman bersantap yang sosial tapi tetap intim. Menggunakan panggangan tradisional shichirin, seluruh hidangan yakitori dimasak dengan arang binchōtan, jenis arang berkualitas tinggi yang menghasilkan panas stabil dan bersih, memungkinkan karakter rasa bahan tampil lebih jernih.

Sebagai salah satu restoran Jepang di Sanur, yakitori menjadi fokus utama, dengan eksplorasi hampir seluruh bagian ayam organik lokal. Sebagai pelengkap, tersedia pilihan musiman seperti sayuran, tahu, perut babi, hingga telur puyuh. Salah satu menu yang patut dicoba adalah tsukune, sate bakso ayam berbentuk torpedo dengan profil rasa manis-asin, disajikan bersama kecap asin dan kuning telur mentah sebagai saus.

Lebih dari sekadar restoran, Junsei juga menghadirkan Tamba, sebuah listening bar dengan koleksi piringan hitam yang dikurasi. Pada siang hari, ruang ini berfungsi sebagai tea room yang tenang, sementara saat malam tiba, atmosfer berubah menjadi lebih hidup dengan alunan musik dari vinil dan racikan koktail yang melengkapi pengalaman. Sebuah ruang yang mencerminkan bagaimana gaya hidup Sanur terbaru kini bergerak ke arah yang lebih kontemporer, tanpa kehilangan ritme santainya.—Yohanes Sandy
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026