Mengeksplor lebih banyak destinasi global kini lebih mudah.

Foto utama: Markus Winkler/Pexels

Lembaga pemeringkat paspor interaktif Passport Index kembali merilis daftar kekuatan paspor global edisi 2026. Sebuah indikator yang, suka tidak suka, masih menentukan seberapa mudah kita bisa bergerak lintas negara. Warga Uni Emirat Arab masih memegang gelar paspor terkuat di dunia sejak 2021. Singapura menyusul di posisi kedua, sekaligus menjadi yang terkuat di Asia Tenggara. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-55 bersama Bolivia. Posisi ini tak impresif, tapi juga bukan tanpa peluang.

Namun, ada perkembangan yang patut dicatat tahun ini. Dilansir dari Jakarta Terkini, pemegang paspor Indonesia sekarang memiliki akses yang lebih longgar ke lebih dari 90 negara dan kawasan mulai Januari 2026. Daftar ini mencakup negara bebas visa, visa on arrival, hingga otorisasi perjalanan elektronik (eTA). Tidak sepenuhnya bebas, memang, tapi cukup untuk membuat peta perjalanan terasa sedikit lebih terbuka dari sebelumnya.

bebas visa
Ho Chi Minh City. Tuan Vy/Pexels.

Di Asia Tenggara, sebelas negara anggota tetap menjadi opsi paling praktis. Mayoritas menawarkan masa tinggal 30 hari, kecuali Brunei Darussalam yang hanya 14 hari. Di sisi lain, kebijakan juga bisa berubah sewaktu-waktu; Thailand, misalnya, berencana memangkas durasi bebas visa menjadi 30 hari dari sebelumnya 60 hari. Dalam dunia perjalanan, kenyamanan sering kali datang dengan tanda bintang kecil di bawahnya.

Untuk Asia Timur, Jepang masih menjadi destinasi favorit dengan bebas visa 15 hari bagi pemegang e-paspor Indonesia—dengan syarat mendaftarkan paspor terlebih dahulu. Hong Kong dan Makau menawarkan hingga satu bulan, sementara Pulau Jeju membuka akses 30 hari tanpa visa. Namun, daratan utama Korea Selatan tetap memerlukan visa.

bebas visa
Pulau Jeju. Kharl Anthony Paica/Pexels.

Di luar Asia, opsi mulai terasa lebih menarik. Albania, Belarus, Fiji, Maroko, hingga Uzbekistan masuk daftar bebas visa. Opsinya beragam, walau belum tentu selalu ada di radar utama wisatawan Indonesia. Amerika Selatan justru menawarkan durasi yang lebih longgar: Cili, Kolombia, dan Brasil memberi 30 hari, sementara Peru hingga 183 hari.

Menurut Trip.com, setidaknya ada 50 negara yang kini bisa diakses tanpa visa oleh pemegang paspor Indonesia. Daftarnya sebagai berikut:

  1. Albania
  2. Angola
  3. Barbados
  4. Belarus
  5. Brasil
  6. Brunei Darussalam
  7. Cili
  8. Ekuador
  9. Fiji
  10. Filipina
  11. Gambia
  12. Guyana
  13. Haiti
  14. Hong Kong
  15. Iran
  16. Jepang (paspor elektronik/biometrik)
  17. Kamboja
  18. Kazakhstan
  19. Kepulauan Cook
  20. Kiribati
  21. Kolombia
  22. Korea Selatan (khusus Pulau Jeju)
  23. Laos
  24. Makau
  25. Malaysia
  26. Maroko
  27. Mikronesia
  28. Namibia
  29. Niue
  30. Palau
  31. Papua Nugini
  32. Peru
  33. Qatar
  34. Republik Dominika
  35. Rwanda
  36. Saint Kitts dan Nevis
  37. Saint Vincent dan Grenadines
  38. Samoa
  39. Serbia
  40. Suriname
  41. Singapura
  42. Tailan
  43. Tajikistan
  44. Timor-Leste
  45. Tuvalu
  46. Tunisia
  47. Uzbekistan
  48. Vanuatu
  49. Venezuela
  50. Vietnam

Di luar itu, sekitar 30 negara menawarkan visa on arrival, termasuk Bangladesh, Maladewa, Mesir, dan Qatar. Sementara negara seperti Taiwan, Rusia, dan Uni Emirat Arab masih mensyaratkan visa elektronik atau eTA, menandakan arah baru perjalanan yang semakin terbuka lebar.Rachman Karim

Calendar of Events

Perahu Kertas Musikal

Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026

Now Playing Festival 2025

Now Playing Festival akan kembali mengguncang Kota Kembang. 30 Nov 2025

Espolòn Barrio Fiesta 2025 – Jakarta

Semangat Meksiko di tengah Ibu Kota. 7 Nov 2025

See More