Inovasi Baru Cucina Brunch di Sofitel Bali
Sekarang tamu bisa menikmati sesi brunch dan kongko hingga sore hari.
Membuat sketsa di buku mungkin terdengar seperti aktivitas sederhana. Sebuah cara santai menyalurkan kreativitas atau mengisi waktu luang. Namun, di sebuah sudut pecinan Singapura, kegiatan ini seolah menjelma menjadi pengalaman imersif. Bayangkan melangkah masuk ke dalam dunia gambar tangan, lalu menikmati kopi dan hidangan di tengahnya. Pengalaman unik inilah yang ditawarkan oleh Café Monochrome, salah satu kafe unik di Singapura yang kerap menarik perhatian wisatawan.
Berlokasi di episentrum kuliner kawasan Chinatown, Café Monochrome dikenal sebagai kafe pertama di Singapura yang mengusung konsep desain dua dimensi. Sebelumnya sempat hadir di Rochor, jenama ini kini menetap di pecinan dan bahkan membuka cabang lain di kawasan Bugis—dua distrik yang sama-sama populer di kalangan pencinta wisata kuliner Singapura.

Sesuai namanya, interior kafe ini hanya dipulas dalam palet hitam dan putih. Begitu melangkah ke dalam, pengunjung seolah masuk ke halaman buku gambar. Dinding dan lantai dipenuhi ilustrasi monokrom buatan tangan, sementara furnitur didesain dengan garis tepi hitam tebal agar tampak seperti sketsa yang “hidup” dalam bentuk tiga dimensi. Hasilnya adalah ilusi visual yang playful sekaligus artistik—spot yang nyaris selalu menjadi latar favorit untuk berfoto.
Menariknya, tiap cabang mengusung tema yang berbeda. Gerai Chinatown merangkul nuansa oriental modern dengan sketsa pagoda, lampion tradisional, dan motif biofilik yang menghidupkan ruang. Sementara itu, cabang Bugis mengambil inspirasi dari estetika Eropa klasik—dengan mural pegunungan, kandil bergaya jadul, hingga ilustrasi gramofon yang memberi sentuhan nostalgia.


Meski tampil dalam dunia monokrom, menu di Café Monochrome justru penuh warna. Hidangannya banyak terinspirasi dari kuliner Eropa—terutama Italia—dengan sentuhan lokal Singapura. Laksa Crayfish Pasta dan Singapore Laksa Burger menjadi menu favorit yang memadukan rasa klasik dengan bumbu Asia. Untuk santap bersama, The Oriental Pizza menghadirkan pilihan yang mudah dinikmati.
Bagi pencinta manis, Biscoff Hotcakes menawarkan panekuk hangat dengan aroma rempah khas Lotus Biscoff. Ada pula Hokkaido Earl Grey Cheesecake serta Yuzu Osmanthus Cake yang ringan dan aromatik. Sebelum pulang, pengunjung juga dapat membawa pulang kenangan dari kafe ini lewat beragam suvenir—mulai dari ransel hingga tatakan gelas—sebuah pengingat kecil dari pengalaman bersantap di dunia sketsa yang unik.
25 Trengganu Street #01-12 (cabang Chinatown) dan 173 Bencoolen Street #01-175 (cabang Bugis); cafemonochrome.sg.—Rachman Karim
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026