Festival Jakarta Great Sale Hadir Kembali
Nikmati beragam diskon hingga 70 persen di restoran dan toko di 94 pusat perbelanjaan di Jakarta.
Dalam dunia penerbangan komersial, kenyamanan sering kali menjadi kompromi. Terutama di Kelas Ekonomi, tempat sebagian besar penumpang menghabiskan waktu berjam-jam di udara. Tak banyak maskapai yang berani berinvestasi lebih pada desain kursi ekonomi. Alasannya mudah dipahami. Sebagai tulang punggung operasional, kabin ekonomi kerap dirancang untuk menampung sebanyak mungkin penumpang, sering kali dengan mengorbankan ruang gerak dan ergonomi.
Namun, masih ada maskapai yang memandang kenyamanan sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan. Skytrax, lembaga pemeringkat paling berpengaruh di industri aviasi global, baru saja merilis daftar 10 maskapai dengan kursi Kelas Ekonomi ternyaman di dunia. Penilaian ini mencakup aspek desain kursi, jarak antar kursi (seat pitch), serta kenyamanan penyangga kepala, berdasarkan survei kepuasan jutaan penumpang.
Di posisi teratas, Japan Airlines (JAL) kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin. Maskapai asal Jepang ini diikuti oleh Cathay Pacific Airways dan Korean Air di peringkat kedua dan ketiga. Menariknya, 2025 menandai tahun keenam berturut-turut JAL menduduki peringkat pertama dalam kategori kursi Kelas Ekonomi terbaik versi Skytrax.
Keunggulan JAL terletak pada detail yang sering terasa sepele, tapi krusial saat terbang jarak jauh. Maskapai ini menawarkan seat pitch hingga 34 inci (86 cm), lebih lapang dibandingkan standar umum yang berkisar di 30–32 inci. Konfigurasi kursinya pun mengadopsi pola 2–4–2, alih-alih 3–4–3 yang lazim digunakan, memberikan ruang kaki dan bahu yang lebih lega. Sebuah pendekatan khas Jepang yang menempatkan kenyamanan sebagai bentuk keramahan.
Daftar 10 maskapai dengan kursi Kelas Ekonomi ternyaman di dunia versi Skytrax adalah sebagai berikut:
World Airline Awards sendiri diperkenalkan oleh Skytrax sejak 1999, dan hingga kini dianggap sebagai barometer utama kualitas layanan maskapai global. Penilaiannya berbasis pada survei kepuasan pelanggan yang melibatkan jutaan penumpang dari berbagai negara.—Yohanes Sandy
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026