Serba-Serbi Stadion Lokasi Konser Coldplay di Bangkok
Rajamangala National Stadium, stadion gigantik di Bangkok yang cukup dikenal di kalangan turis.
Nama Rafi Sudirman kian mengemuka di industri musik Tanah Air. Musisi berusia 22 tahun ini memulai langkahnya sejak 2015 melalui proyek Di Atas Rata-rata bersama komposer dan produser legendaris Erwin Gutawa. Dua tahun berselang, Rafi mencatatkan prestasi penting dengan meraih AMI Awards untuk kategori Artis Solo Laki-Laki Cilik Terbaik.
Kini, Rafi tengah memasuki fase baru dalam kariernya. Ia baru saja merilis album perdana Hari Ini, Esok, dan Selamanya, serta merampungkan proyek film terbarunya, Rangga dan Cinta. Kesibukan tersebut berlanjut ke panggung musik, di mana Rafi terpilih sebagai salah satu musisi yang akan tampil dalam Live at Aloft Amplified di Bali pada Januari 2026.
Usai konferensi pers acara tersebut, kami berbincang singkat dengan Rafi mengenai ritual sebelum naik panggung, kota yang paling membekas baginya, hingga destinasi liburan yang memberi makna lebih dari sekadar jeda.
Selamat atas kiprah Anda di Live at Aloft Amplified! Menurut Anda, bagaimana ajang ini sejalan dengan karakter musik Anda?
Musik yang saya sampaikan selalu berangkat dari kejujuran. Nilai itu juga saya temukan dalam platform ini yang memberi ruang bagi para musisi untuk menyuarakan hal-hal yang memang perlu disampaikan. Bagi saya, Live at Aloft Amplified menjadi semacam jembatan yang sebelumnya belum banyak hadir di Indonesia. Ini juga pertama kalinya saya berpartisipasi dalam format acara seperti ini, sehingga terasa ada resonansi yang kuat antara visi saya dan semangat acaranya. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Live at Aloft Amplified dan sudah tidak sabar untuk tampil di panggungnya.
Sebagai musisi sekaligus penikmat konser, apakah ada persiapan khusus yang selalu Anda lakukan sebelum naik panggung?
Tentu ada. Dalam beberapa waktu terakhir saya baru saja menggelar rangkaian konser untuk album perdana saya, termasuk hari ini dan akhir pekan lalu. Saya menyiapkan banyak set list baru, lengkap dengan aransemen yang juga diperbarui, sehingga persiapannya cukup intens.

Sudah berapa banyak kota di Indonesia yang pernah Anda kunjungi untuk tampil? Dari pengalaman tersebut, kota mana yang paling berkesan secara pribadi?
Bali. Kota ini memiliki karakter yang sangat kuat, terutama dari sisi cultural heritage-nya. Budaya musik tradisional di sana sangat diapresiasi, dan masyarakatnya juga terbuka terhadap musik lokal maupun karya-karya baru. Terakhir saya tampil di Bali sekitar satu atau dua tahun lalu, dan saya akan kembali ke sana pada 10 Januari 2026 untuk acara Live at Aloft Amplified. Rasanya selalu menyenangkan bisa kembali ke Bali.
Jika berbicara tentang liburan akhir tahun, destinasi mana yang menjadi favorit Anda?
Jika harus memilih antara berlibur ke luar negeri atau di dalam negeri, saya lebih memilih Indonesia. Salah satu destinasi favorit saya adalah Raja Ampat. Beberapa waktu lalu saya dan keluarga berkesempatan berlibur ke sana, dan saya langsung jatuh cinta pada alamnya, lautnya, serta ketenangannya benar-benar berbeda dari tempat lain. Pengalaman berada di kapal selama beberapa hari menuju ke sana menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Selain destinasi alam, adakah kota besar di Indonesia yang juga berkesan bagi Anda?
Malang. Memang terdengar unik, tetapi pertama kali saya ke sana adalah untuk tur, dan suasananya terasa seperti rumah. Kotanya tidak terlalu bising, tapi juga tidak terlalu sepi. Antusiasme penonton saat konser sangat terasa, dan saya juga menyukai kulinernya. Saya ingin kembali ke Malang karena euforia yang saya rasakan di sana berbeda dibanding kota-kota lainnya.
Adakah destinasi lain yang ingin Anda kunjungi di waktu mendatang?
Jayapura. Saya memiliki teman, El—salah satu pemain di film Rangga dan Cinta yang berasal dari Papua. Cerita-ceritanya tentang alam dan kehidupan di sana membuat saya penasaran. Saya ingin mengeksplorasi Indonesia Timur lebih jauh dan merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.—Monika Febriana
Salah satu produksi berskala besar yang paling ambisius di awal tahun. 30 Jan-15 Feb 2026